Bab 79 Selamat membaca. "Ayo, Bu. Sedikit lagi, kepala nya sudah terlihat, tarik nafas nya, tahan sebentar, ayo dorong." Teriak dokter Anya, yang sedang membantu proses persalinan Syakira. Terdengar rintihan kesakitan dari mulut istriku yang sedang memperjuangkan kehidupan anak kami. Oek oek oek "Alhamdulillah." Semua orang bertahmid saat mendengar suara tangis bayi, sedang aku langsung sujud syukur kepada Allah atas kelahiran anak pertama ku bersama Syakira. Beberapa menit kemudian, dokter Anya keluar dengan bayi perempuan berhidung mancung dalam dekapan nya. Ku raih anak ku yang sangat cantik itu dan langsung menanyakan kabar Syakira. Namun terdengar helaan nafas dari mulut dokter Anya, hati ku terasa dah dig dug menunggu jawaban dari nya. Belum lagi mendapat jawaban dari pertanyaa

