Bab 78 Selamat membaca. "Tolong, ada percobaan pencabulan." Teriak Anita saat laki-laki itu hendak menyerang ku. Langkah kaki laki-laki itu berhenti saat beberapa orang lelaki dewasa mendekati kami dengan wajah geram. Aku dan Anita beringsut mundur, saat beberapa bapak itu memukuli Farhat secara brutal. Ku putuskan untuk membawa Anita keluar dari cafe itu dan mengajak nya ke dalam supermarket. Tak ada percakapan apapun sampai kami tiba di bagian tengah gedung, tempat sayur dan bahan pokok makanan berada. Aku mengambil beberapa ikat kangkung dan sawi putih lalu memasukkan nya kedalam trolly, sesekali memandang Anita yang juga memilih beberapa sayuran segar. Ku hembuskan nafas panjang, lalu berlalu ke tempat buah-buahan. Lagi-lagi Anita hanya mengikuti ku tanpa suara. "Terimakasih," u

