Bab 25 Selamat membaca. "Kamu pasti bohong, kan? Kamu tega sama aku mas. Aku ini lagi hamil anak kamu, lho. Kamu tega mas," aku pura-pura histeris sambil terus memukuli d**a bidang nya. Ku lihat wajah nya yang mulai frustasi, mungkin dia belum tahu kalau psikis ibu hamil memang sering berubah-ubah tergantung situasi nya. Ku perkecil teriakan ku tadi dan hanya menyisakan isakan-isakan kecil saja. Hoek.. Hoek.. Tiba-tiba perut ku seperti di aduk-aduk, entah apa penyebab nya. Kemarin-kemarin sudah tidak pernah merasa mual lagi, kenapa sekarang kumat lagi? Ku lepaskan pelukan dari mas Farell dan menyuruhnya untuk menjauh sedikit, dan aneh nya rasa mual ku langsung hilang. "Kenapa, dek?" Tanya nya mendekat dan mengelus perut ku dengan wajah khawatir. Seketika aku merasa mual lagi dan mend

