Bab 24 Selamat membaca. "Sayang, ini rujak pesanan kamu. Mas belikan yang di pertigaan jalan." Ucapnya saat datang membawa setu jinjing plastik hitam berisi rujak buah yang ku pinta, tapi kok beda dari yang biasa ku beli? "Mas, Allea minta yang di lampu merah, bukan pertigaan," ucapku lalu menyodorkan bungkusan itu kembali pada mas Farell, ku lihat wajah nya melongo kecewa. "Tapi rasa nya sama saja kok, sayang." Bujuk nya lagi. "Gimana sih, mas. Allea kan pengen nya yang di lampu merah. Huhuhu Allea mau yang itu Mas," rengek ku sambil menangis kecil, terlihat raut bingung menghiasi wajah tampan nya. Rasain lo, emang enak di kerjain. "Bibi,, sini sebentar!" Panggil nya pada bik Sum. "Iya, tuan. Ada yang bisa bibi bantu?" Tanya bibi sambil menunduk sopan. "Tolong bik Sum belikan Al

