Bab 23 Selamat membaca. "Allea.." Aku terperanjat saat mas Farell menepuk pundak ku pelan. "Kenapa melamun? Kita sudah sampai," ujarnya membuat ku langsung menengok ke kanan dan kiri, ternyata benar kita sudah sampai di bandara. Dengan cepat aku turun dari mobil mengikuti mas Farell yang turun duluan menanyakan jadwal penerbangan tujuan Singapura. "Lima belas menit lagi, Tuan." Jawab sang resepsionis membuat jantung ku berdegup kencang. "Terimakasih," ucap mas Farell dan langsung menghampiri ku. "Ayo, sayang. Kita punya waktu lima belas menit untuk mencari Raka. Ayo cepat!" Ucapnya tergesa dan langsung menarik tangan ku. Kami pun berlari menyusuri semua bagian bandara mencari keberadaan Raka. Semua orang yang kami temui selalu kami tanya tentang ciri-ciri Raka untuk mencari jejak

