Bab 30 Selamat membaca. "Mas?" Tiba-tiba Allea bangun saat gue sedang menangis, gue menangis menyesali semua perbuatan yang udah gue lakuin ke Allea selama ini hingga membuat dia menderita. "Mas nangis?" Tanya dia membuat gue kaget, ternyata dia melihat gue lagi nangis. "Enggak, sayang. Mas cuma ngantuk aja," dalih gue sambil berpura-pura menguap. "Kita sudah lama sampai, mas?" Tanya dia lagi, rupanya dia gak merasa saat gue menggendong badan gemuk nya dari mobil. "Kenapa mas gak bangunin Allea?" Cecar nya membuat gue tersenyum gemas. Dia terlihat semakin cantik saat hamil seperti ini, aura keibuan nya begitu terlihat. "Mau sekarang ziarah nya, dek?" Tanya gue mengusap perut buncitnya. "Iya, Mas. Allea sudah kangen sekali, beberapa bulan ini kan gak nengokin ibu," jawabnya membuat

