Bab 31 Selamat membaca. Setelah sampai di rumah, kami berdua masuk kamar dan tidur karena capek dan kenyang setelah makan malam di warteg tadi. Kriing. Kriing. Tiba-tiba ponsel ku bergetar, ku lihat ternyata Rio sahabat mas Farell yang menelpon. "Rio, Mas," ucap ku pada mas Farell lalu memberikan handphone padanya. "Ada apa ya?" Gumam nya. "Hallo, Bro. Tumben nih nelpon, ada apa?" Tanya mas Farell. "Apa?" Teriak nya terkejut, aku yang mendengar nya pun ikut berjingkat kaget. Dia menutup telepon dengan keadaan lemah, "Kenapa, Mas?" Tanya ku penasaran, alih-alih menjawab pertanyaan ku, dia malah memelukku lalu terisak. "Ada apa, Mas?" Ulang ku lagi. "Raka meninggal, Allea." Jawab nya membuat d**a ku terasa sesak, bahkan oksigen pun tak mampu lagi mengalir dalam rongga pernapasan

