Mari berpisah, Mas

1034 Kata

Bab 42 Setelah makan siang bersama mama papa juga ka Erika dan suami nya, aku pun duduk bersantai di ruang bermain Digo sambil menemani Digo yang sedang bermain puzzle, ku perhatikan anak lelaki gempal itu sedang menyusun puzzle sesuai bentuk dan warna nya. Kring,, kring,, Nomor orang gak jelas itu lagi, kalau ku angkat pasti aku akan sedih mengingat nya lagi, tapi kalau tidak ku angkat dia akan terus-menerus meneror ku. Belum sempat ku angkat telepon itu sudah mati. Ting. Sebuah notifikasi masuk, k*****a isi nya dan benar saja, dia terus saja mengorek-ngorek luka lama yang sudah mengering. Aku sempat memberitahu hal ini pada kak Erika tapi dia hanya bilang tak perlu melayani orang yang gak di kenal karena hanya akan membuat hidup kita susah. "Kak, tolong ambilkan mainan Digo di ata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN