Rencana Fadhil

1280 Kata

49. Rencana Fadhil   Pertahanan Inaya luruh tatkala tangan Dewa menjalar di setiap Inchi tubuhnya. Inaya menangis.   Sementara Dewa, sangat menikmati aksinya. Dengan rakus Dewa menciumi leher Inaya. “Tolong, jangan lakukan ini padaku, Wa.” Inaya memohon, hatinya menjerit. Jelas Dewa tidak mendengarnya karena pikirannya sudah dipenuhi nafsu birahi yang tinggi.   “Hahaha ....” Dewa tertawa keras lalu menjatuhkan diri di samping Inaya. “Kamu menangis? Kenapa? Bukankah ini yang kamu harapkan?” ejeknya.   Inaya beringsut mundur, mencoba untuk menjauh dari Dewa.   Brukk .... Tanpa disadari tubuh Inaya justru jatuh dari atas ranjang ke lantai. Dewa menoleh dan kembali tertawa.   “Hahaha .... Kamu mau lari kemana? Disini hanya ada kita, sayaaang!?” Kemudian Dewa mulai berjalan semp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN