Amarah Dewa

1075 Kata

48. Amarah Dewa "Gak bisa, Nanay! Aku tidak terima! Aku tidak mau!" Dewa meninggikan suaranya, beruntung coffe&milk shop tempat mereka bertemu sekarang tidak terlalu ramai. Hanya beberapa orang pengunjung yang berada disana, pengunjung yang ada melirik ke arah Inaya dan Dewa karna mendengar teriakan Dewa barusan. "Wa ... Aku masih mencintai Fadhil." ucap Inaya lembut. “Cinta seperti apa? Kamu terlalu banyak berkorban demi dia. Ayolah, Nanay? Jangan nge-Bucin. Ada aku disini, aku yang bisa menerima kamu apa adanya." Dewa diam beberapa saat, lalu ... "Nanay, yang kamu rasakan sama dia itu bukan cinta. Kamu hanya kasihan, kamu kasihan sama dia karna dia gak normal." Inaya terperanjat, bagaimana mungkin Dewa bisa mengatakan kalau Fadhil tidak normal. "Kamu bicara apa, Wa?" Inaya agak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN