20. Maafkan aku 2 Siska tidak mengira kalau orang yang mengetuk pintu ruang inapnya adalah Inaya, sahabat yang sudah beberapa bulan tidak berjumpa. Keduanya saling berpelukan melepas rindu. Dzaki, suami Siska tersenyum senang melihat tingkah mereka berdua. Lalu dia pamit keluar membiarkan kedua sahabat itu menikmati pertemuan mereka. “Gue kira lo gak ingat gue lagi, Nay.” Siska berucap. Ekspresi wajahnya dibuat cemberut berpura-pura marah. “Mana mungkin gue lupa, lo kan satu-satunya sahabat yang gue punya.” Inaya duduk di sofa yang letaknya di seberang ranjang Siska. “Eh, Gimana caranya lo masuk? Ini kan sudah malam. Biasanya tidak terima tamu lagi.” “Ada teman Fadhil yang bantuin. Dia dokter juga disini.” “Ooh ... terus, Fadhil sekarang dimana? “Ada, menunggu di ruangan temannya.”

