Berjanjilah

1138 Kata

21. Berjanjilah Inaya menatap Fadhil yang sedang fokus mengemudi, tidak satupun kata yang terucap setelah pembicaraan mereka di rumah sakit tadi. Inaya tidak tahu siapa yang disalahkan dalam hal ini. Dia juga tidak mau mengatakan kalau dia adalah korban kebohongan Fadhil. Ada alasan bagi Fadhil untuk menyembunyikannya, dan dia juga merasakan kalau akhir-akhir ini Fadhil juga sudah berusaha untuk membahagiakannya. Diam, keduanya saling membisu dan tidak ada yang berani membuka suara. Inaya kemudian memilih memandang ke arah luar jendela daripada melihat jalanan di depannya. Fadhil juga lebih memilih berkonsentrasi mengendara daripada mengajak Inaya berbicara. Sebenarnya, Fadhil ingin sekali menghibur Inaya supaya ia tidak larut dalam kesedihannya, tapi Fadhil lebih memilih diam karena ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN