46. Mempertahankan. "Nanay, aku datang" Lelaki yang berdiri tegak sambil tersenyum lebar itu menyapa Inaya yang masih berdiri mematung menatap tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Kedatangan Dewa ke Jakarta ibarat ribuan tawon yang datang menyerang, jika lari sembunyi justru semakin dikejar, jika tidak lari maka akan di serang habis-habisan. "Nanay!" Senyum yang menghiasi wajah Dewa berganti dengan beberapa kerutan di kening. Tidak menyangka, Inaya begitu terkejut karena kedatangannya yang tiba-tiba. Dewa malah berharap mendapat pelukan saat pertama kali pintu dibuka. Inaya menepis jauh rasa terkejutnya, ia membalas senyum Dewa dengan senyuman juga. "Masuk, Wa. Aku tidak menyangka kamu akan datang ke Jakarta." Akhirnya kata itu terucap juga. Pintu dibuka Inaya lebih lebar, memberi

