60. Inaya Vs Sisil “Tapi kita sudah menunggu cukup lama, Sil!” “sssttt ….” Sisil meletakkan jari telunjuknya di bibir Fadhil. Bola matanya bergerak ke kanan, Sisil memberi kode kepada Fadhil supaya ia melihat ke arah yang sama. “Dia datang.” Bisik Sisil di telinga Fadhil. Dari arah yang di tunjuk Sisil, berjalan seorang lelaki yang menggandeng seorang perempuan muda. Mereka menuju ruang VIP yang telah di sediakan oleh pemilik cafe. Tampak jelas jika mereka pengunjung tetap kafe tersebut, terlihat dari pelayan yang langsung bertindak tanpa bertanya terlebih dahulu. Sisil mendekatkan diri ke Fadhil. Ia mengambil satu potong cake yang sudah ia pesan sebelumnya. Cake itu ia tusuk dengan garpu lalu ketika dua orang itu hampir dekat ke meja mereka. “Sayaaang, aaa ….” Sisil berkata m

