Rayhan tertegun di pinggir ranjang, ia baru sadar apa yang baru saja di lakukannya. Beberapa kali ia menghembuskan napasnya kasar sambil sesekali mengusap wajahnya. Tatapannya beralih ke pintu kamar mandi. Istrinya itu belum juga keluar. Bahkan suara isak tangisnya pun masih terdengar. Ia merutuki kebodohannya yang tidak bisa mengontrol emosinya. Amarah dan sifat labil remajanya akhirnya menang, mengalahkan akal sehat yang dimiliki.Lelaki bertelanjang d**a itu berdiri, mengganti seprai kamar dengan yang baru, ia tidak ingin jika istrinya keluar dari kamar mandi kembali menangis mengingat kejadian beberapa jam yang lalu, dimana apa yang berharga dari perempuan ia renggut secara paksa. Setelah mengganti seprai dan kaos, Rayhan mengetuk pintu kamar mandi, meminta istrinya untuk keluar. Sudah

