Setelah makan-makan, mereka bertiga hendak balik ke kampus buat ngambil motor Rayhan, baru setelahnya pulang. Tapi saat di perjalanan Rayhan melihat seorang wanita yang tidak asing baginya. “Eh-eh, berhenti, Vin. Itu Aira nggak sih?” Rayhan membuka kaca mobil, mencoba melihat wanita yang mirip dengan istrinya. “Mana sih?” Satria mencoba mencari wanita yang dimaksud Rayhan, tapi tidak menemukan, begitupun dengan Vino. “Damn!!! Ngapain tuh cewek sama si karatan?!” Rayhan menggeram, begitu yakin bahwa wanita yang dilihatnya adalah Aira. Wajahnya terlihat merah, kentara sekali kalau dia sedang menahan amarah. “Hah? Apanya yang karatan, Han?” Vino memasang wajah bingung, tidak mengerti apa yang di ucapkan sahabatnya. Rayhan membuka pintu hendak pergi menuju Aira tapi lengannya keburu di ce

