Rayhan melirik jam yang bertengger di dinding kamar. Pukul 09.39, tapi istrinya itu tidak segera menyelesaikan garapannya.“Ra, tidur yuk!” “Ntar, aku mau ngerjain ini dulu.” Aira menjawab tanpa memandang Rayhan. “Besok aja lah, Ra. Ngantuk nih.” Aira berhenti, memutar tubuhnya menghadap Rayhan. “Kamu tidur aja dulu, Han. Nggak usah nungguin aku.” “Nggak mau, nggak ada yang meluk gue ntar.” Aira mengernyitkan dahi. Kemudian terkikik. “Dih, sejak kapan aku tidur meluk kamu?” “Sejak bikini buttom pindah di belakang rumah kita.” Rayhan menjawab sedikit nyolot membuat istrinya berdecak. “Ra?” “Hmm?” “Soal tadi gimana?” Rayhan menyandarkan punggungnya dikepala ranjang, sambil menaruh bantal dipangkuannya. “Apanya yang gimana?” Aira bertanya bingung, ia tidak tahu maksud suaminya. “Das

