Hari-hari telah dilalui Rayhan dan Aira dirumah barunya, semuanya baik-baik saja tidak ada masalah berat, paling-paling cuma pertengkaran kecil. Rumah tangga mereka berjalan seperti biasanya. Stagnan. Tapi ada yang berbeda dengan Rayhan, sekarang ini ia lebih sering menempel pada istrinya, walaupun tidak sampai berbuat lebih, tapi hal itu sempat membuat Aira curiga.“Kamu kenapa sih, Han?” Aira memicing begitu Rayhan memeluknya dari belakang, saat itu ia tengah menyiapkan sarapan. “Nggak kenapa-napa.” Aira tidak menanggapi, ia berpikir mungkin saja itu salah satu sifat Rayhan yang baru ia ketahui. Selain itu, Rayhan juga lebih sering meluangkan waktu untuknya, menemani belanja misalnya. Padahal dulu ia lebih senang kalau menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Pagi hari setelah sholat

