Part 29

1639 Kata

Rayhan berdecak mengamati dua wanita yang tengah asyik berfoto, bergaya sambil sesekali mengangkat rapor yang bertuliskan arab. Sesekali pandangannya tertuju pada wanita yang berada disamping Kakaknya, wajahnya dipoles make up tipis, terlihat lebih manis dari biasanya.“Ma, kapan sih selesainya?” Rayhan menrengek, sambil mencolek-colek lengan Mamanya, udah kayak bocah nggak dikasih dot. “Sabar, Han. Biarin istri dan Kakakmu puas dulu, ini adalah perjuangan mereka selama bertahun-bertahun di pesantren. Lulus, dapat nilai bagus, siapa yang nggak mau coba.” “Ya tapi lama banget, Ma. Emang bener ya, dimana-mana cewek itu hobby foto.” “Emang kamu nggak hobby foto? Biasanya juga jebret sana, jebret sini gitu sama temen kamu.” Riana menggoda anaknya yang mulai kesal. “Rayhan nggak hobby, Ma. C

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN