Pulang kuliah, Rayhan mengajak Wulan ketemuan, ia ingin meluruskan permasalahannya. Walaupun yang dia tahu tidak ada masalah, tetapi ia juga harus memikirkan jangka panjang tentang kejadian ini. “Maaf ya, Han, lama. Kamu udah dari tadi nunggunya?” Wulan menarik kursi, dan duduk berhadapan dengan Rayhan. “Nggak apa-apa, aku juga baru nyampai.” Rayhan tersenyum. “Mau pesan apa?” Tanya Rayhan menawarkan. Saat ini mereka sedang berada di café dekat kampus. Wulan tampak berpikir, ia membolak-balikkan buku menu yang ada ditangannya. “Jus alpukat aja deh.” “Yakin? Aku yang traktir lho.” Wulan tertawa, wajah ayunya kian terlihat. “Iya itu aja, aku juga nggak akan meras kamu kok.” Rayhan mengangguk, kemudian memanggil pelayan untuk mencatat pesanan mereka. “Ada hal penting yang ingin aku om

