Rayhan memperhatikan Aira yang tengah sarapan. Saat ini mereka memang tengah sarapan berdua karena Rayhan yang bangun kesiangan. Tadi setelah subuh Rayhan tidur lagi, sebenarnya Aira sudah melarang, tapi dengan seribu alasan ngacoh, dia akhirnya bisa tidur lagi.Aira tidak ikut sarapan bersama mertuanya, ia memilih menunggu Rayhan bangun dan menemaninya sarapan. Haris sudah berangkat kekantor tadi pagi, sedangkan Riana pergi kesupermarket terdekat untuk membelikan kebutuhan Nabila, sekalian dititipin Aira kalau udah balik. “Sarapannya di makan, Han. Jangan mandangin aku terus, nggak akan bisa bikin kamu kenyang.” Aira melirik Rayhan sebentar, sebenarnya ia risih diperhatikan seperti itu. “Ra? Lo kok makin manis sih.” Aira tersedak makanannya begitu mendengar ucapan suaminya, kayaknya hab

