“Kalau ditanya suami itu jawab yang bener. Lo beneran ngaku kalau udah punya suami?” Rayhan menatap manik mata istrinya, sedangkan Aira hanya membalasnya dengan menghembuskan napas pelan, kemudian memutar bola matanya jengah, kala mengingat kajadian tadi siang dikampus. ‘Suami macam apa, yang mau nerima cinta dari cewek lain.’ “Alasan itu banyak, Han. Tinggal bilang keluargaku ada yang sakit, dan dia butuh aku buat nemenin, kalau aku nggak datang dia nggak bakalan mau makan sampai setahun.” “Hah?! Alasan apaan kayak gitu. Gue udah makan ya tadi, enak aja.” “Iya, tapi nggak habis. Mama udah cerita, apalagi pas kamu tidur tadi ngrengek-ngrengek manggil aku tau nggak.” Rayhan mengernyit. “Masa? Gue nggak ngerasa tuh.” Aira berdecak. Berondong di depannya ini tidak akan mudah percaya beg

