Sekembalinya dari bimbingan, Aira terlihat sering melamun, hal itu tidak luput dari pengawasan Nabila. Sebenarnya ia ingin bertanya, tapi Sahabatnya itu sepertinya sedang ingin sendiri. Biasanya kalau sedang ada masalah mereka memang sudah biasa curhat, saling membagi keluh kesah mereka, tapi kali ini Aira memilih untuk menyimpannya sendiri, ia tidak ingin terjadi salah paham antara dua saudara itu, lagi pula yang dilihatnya belum tentu benar.Selepas jama’ah sholat Magrib, Nabila mendekati Aira yang tengah melepas mukenanya. “Ra, kamu kenapa sih? Dari tadi aku perhatiin ngelamun aja.” Nabila yang tidak tahan melihat Aira seperti itu langsung menghampiri. “Nggak ada apa-apa, perasaan kamu aja, Bil.” Aira tersenyum, tidak ingin membuat sahabatnya khawatir. “Oh iya, tadi kamu dapat telpon

