Nola merintih kesakitan. Sekujur tubuhnya terasa sangat sakit. Di sela-sela rasa sakitnya, Nola menoleh ke tangga. Mencari orang yang tega mendorongnya. Namun, anehnya, dia tak melihat siapapun di sana. Bahkan di sekitar sana tidak ada orang satu pun. Hanya dirinya saja yang berada di sana. Gadis cantik itu duduk, menyingkap celananya hingga ke lutut, dan meringis melihat lututnya berdarah. Matanya berkaca-kaca lantaran menahan perih. Lantas mengipasi luka di lututnya, berharap perih itu segera menghilang. Namun, bukannya hilang, rasa sakit itu malah makin menjadi. Tak hanya lututnya yang sakit tapi juga lutut dan sekujur tubuhnya. Membuatnya menangis terisak-isak seraya menatap lututnya nanar. Terkadang Nola memang sangat cengeng jika tidak bisa menahan rasa sakit. Ia mudah men

