“Aku terpaksa berbohong untuk minta izin mendadak,” gerutu Syera di sela langkahnya menuju ruangan kerja Moiz. Syera memang terpaksa berbohong untuk bisa mendapatkan izin libur mengajar hari ini. Ia mengatakan jika ada urusan mendadak di rumah sakit. Beruntung pihak kampus sudah mengetahui situasi Syera tentang kondisi sang kakek, sehingga pihak kampus memberi izin meski harus dipotong gaji per jam. “Selamat pagi, Nyonya.” Syera tersenyum sambil mengangguk kepada sekretaris Moiz yang baru saja menyapanya. “Moiz ada di dalam, Mbak?” “Ada, Nyonya. Mari, saya bantu membukakan pintu.” “Dia tidak sedang ada tamu, ‘kan?” tanya Syera memastikan. Wanita itu hanya tak ingin jika kejadian waktu itu terulang, di mana dirinya harus diam bak orang bodoh mendengar Moiz membahas pekerjaan dengan or

