16. Perseteruan

1484 Kata

Cup ... Kening Moiz berkerut, ia kembali membuka matanya, lalu menatap Syera yang sudah mengalihkan wajah yang memerah. Pria itu berdecih. “Itu yang kau sebut ciuman?” Syera menggerakkan bola matanya, tetapi tidak dengan lehernya. Wanita itu melirik Moiz beberapa detik, lalu kembali menatap ke arah lain. “Itu memang ciuman, apa lagi?” cetus Syera. Moiz menggulir bola matanya. “Itu namanya kecupan bukan ciuman, dan yang aku minta adalah ciuman. Ulang.” Syera menoleh dan melotot ke arah Moiz, tetapi ia tak membantah. Dengan kecepatan kilat, wajah Syera kembali mendekat ke pipi Moiz, lalu mencium pipi kanan pria itu. Kali ini memang tak sekadar kecupan, Syera menahan bibirnya beberapa detik di pipi Moiz, sebelum akhirnya ia kembali mengalihkan wajah yang sudah memerah malu. Bukannya pu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN