“Apa yang kau lakukan?” “Setan!” Syera mengumpat keras karena terkejut oleh kedatangan Moiz yang begitu tiba-tiba. Moiz menatap Syera dengan sebelah alis terangkat. Perempuan itu tampak kesulitan menarik rambutnya yang tersangkut pada miniatur tempelan milik Moiz. Syera tadi bangun lebih pagi dan ia tampak terburu-buru, karena akhir pekan biasanya ia akan mengajak sang kakek ke balkon kamar rumah sakit, sekadar untuk menghirup udara segar di pagi hari. Namun, karena terlalu buru-buru, ikat rambutnya terbuka dan membuat rambutnya tersangkut di miniatur milik Moiz yang tertempel di dinding kamar. Syera menatap Moiz yang mendekat ke arahnya sembari melipat kedua tangan di depan d**a. Mata tajam pria itu menatap salah satu koleksi miniatur miliknya. “Kau tahu harga miniatur yang sedari ta

