18. Terluka

1776 Kata

Syera terkejut ketika dirinya ingin keluar mobil, seseorang sudah lebih dulu membukakan pintu. Ia semakin terkejut ketika orang itu bukanlah supir, melainkan Moiz. Syera menatap Moiz dengan ekspresi cengo, terkejut dan heran. Ia tentu masih ingat betul jika suaminya itu tadi masih di kantor saat ia tinggal. “Apa karena aku ketiduran di jalan, jadi aku mimpi?” gumam Syera. Wanita itu mengucek matanya beberapa kali, mencoba memastikan penglihatannya. Ia berpikir jika wajah Moiz hanya bayangannya belaka. “Mungkin karena aku terlalu kesal dan ngeri padanya tadi. Sudah ‘lah, aku butuh berbaring dan melanjutkan tidur,” gumam Syera lagi. “Akhirnya kau mengaku, jika kau kesal padaku.” Syera terlonjak mendengar suara berat nan begitu khas itu. Ia kembali mendongak, kaki Syera sudah keluar dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN