Assalamu'alaikum, readers. Jangan lupa mampir dan tap love ke cerita baruku yang judulnya Rompang, ya. Thank you :) Happy reading. “Jadi mau dimulai dari mana perbincangan kita?” tanya Loka. Ia memandang penuh pada Aila. Aila yang ditatap dengan pandangan seperti itu membuat jantungnya berdebar cepat. Wajahnya juga terasa panas. “Ai,” panggil Loka menyadarkan keterdiaman Aila. Aila berdeham untuk menetralkan kerja jantungnya juga menormalkan wajahnya. “Apa kita pernah bertemu sebelum kedatangan Mas Loka ke kantor?” Loka mengangguk. Aila kesal karena Loka yang hanya mengangguk. Ia butuh penjelasan, bukan hanya anggukan. “Kapan?” tanya Aila akhirnya. Dari pada menumpuk rasa kesal, lebih baik ia tanyakan saja langsung. “Pertemuan pertama atau kedua?” Aila berdecak kesal. “Langsu

