Pertanyaan Okis dan pelukannya membuatku terkejut, anak yang dulu membenciku, berteriak supaya aku meninggalkan rumah ini. Sekarang sikapnya hangat dan peduli. Aku tercengang. Tapi semua orang bisa berubah, tak terkecuali Okis. Kabar dari Ran, frekuensi membolos Okis tak sebanyak dulu. Alhamdulillah, aku sangat bersyukur. Tinggal memikirkan cara agar dia mau belajar. Ran memberi tawaran supaya dia saja yang menjadi guru privat Okis, menurutku itu bukan ide yang buruk. Ran pintar dan berprestasi, pasti sisi positif Ran bisa menular ke Okis. Aku harap begitu. "Kamu mikir apa sampai sisir terbalik seperti itu?" Mendengar pertanyaan itu aku melihat sisirku, dan benar saja sisirnya terbalik. Aku menepuk jidat, kemudian menyelesaikan acara menyisir rambut dengan cepat. Menyimpan rambutny

