Mobil melaju meninggalkan kota Jakarta menuju Depok. Kota yang berada di antara Jakarta dan Bogor. Sepanjang perjalanan aku melihat keluar kaca, bingung. Bagaimana menjelaskan situasi di rumah kepada Presdir. Dia anti orang miskin, Ayah malah membuat acara pesta rakyat. Sudah pasti Presdir akan menolak. Aku meliriknya, dia masih membuka iPad dan tak menghiraukanku. Kami diam dalam kesunyian masing-masing. Aku meremas jari, gugup. Masih menyiapkan hati untuk memberitahunya. Sebelum memasuki Depok, kami berhenti di tepi jalan. Satu mobil pengawal pergi duluan. "Kenapa berhenti?" tanyaku. "Untuk mengamankan lokasi." "Mobil pengawal itu ke rumahku duluan?" "Iya, ini hal yang biasa ketika keluarga Surya Diningrat mengunjungi tempat." Aku semakin gugup, sekarang atau nanti Presd

