Pintu besi itu dibuka, menampilkan atap gedung yang sangat luas. Cahaya mentari menyorot dari ufuk barat. Kicauan burung terbang di atas awan dengan bebasnya. Lalu lalang kendaraan dan kebisingan di bawah gedung dengan klakson mobil terdengar jelas. Ravin melangkah menapaki atap gedung Finansial Group, menuju Rico yang menunggunya dari tadi. Dari kejauhan Ravin dapat melihat Rico berada di samping tembok pembatas yang tingginya sebahu. Asap rokok mengepul keluar dari bibir. Ketika dekat aroma tembakau itu mampu tercium oleh Ravin. "Ada apa kau memanggilku ke sini?" tanya Ravin tanpa basa basi. Rico berbalik, menghadap pemandangan kota Jakarta yang padat. Ia menghisap rokoknya lagi, mengembuskan dengan pelan asap itu sebelum menjawab pertanyaan Ravin. "Aku sudah menemukan beberapa h

