Sorot mata itu penuh dengan penekanan, Ran mendongak ke atas. Menatap Okis yang kini mencengkram bahunya dengan keras. Belum pernah dia bertatapan sedekat ini dengan si badboy sekolah, jantungnya berdebar kencang. Saat ini yang gadis itu pikirkan adalah menutupi rasa gugup supaya Okis tak curiga. Berharap pipinya tak memerah. "Lepas dulu," ucap Ran. Gadis bernama lengkap Kirana Putri Nandia itu tak bergeming, menunggu Okis yang kasar melepaskan cengramannya. Perlahan Okis menurunkan tangan dari bahu Ran. Ia mengembuskan napas berat. "Kasih tahu, kenapa Mbak Rimay harus dijauhin dari tiga benda itu?" Ran berbalik, tangannya kembali menyapu sampul buku yang berjejer rapi. Ia berjalan mencari judul novel yang dihilangkan pemuda yang mengikutinya dari belakang tersebut. Di bagian si

