Bab 43

1889 Kata

Koridor sayap timur sunyi. Hanya lampu kuning temaram yang memandikan siluet tubuh Greyson ketika ia berdiri di luar kamar Ruby, menyandarkan punggung pada dinding batu yang dingin. Tangannya terlipat. Nafasnya stabil. Tatapannya gelap, tetapi jernih. Ia menutup mata sebentar—hanya sedetik—lalu kembali membukanya. Di balik pintu, ia bisa merasakan Ruby. Bukan secara fisik… melainkan sensasi halus bahwa perempuan itu sedang duduk menahan napas, mencoba memahami keputusannya, mencoba memahami dirinya. Greyson mendengus pelan. “Wanita keras kepala,” gumamnya. Namun suaranya tidak benar-benar kesal. Lebih seperti… seseorang yang baru menyadari bahwa ada bagian dari dirinya yang bergerak tanpa izin—menuju sesuatu yang tidak seharusnya disentuh. Langkah kaki samar terdengar dari ujung kor

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN