Ruby mencoba memejamkan mata. Ia mencoba… sungguh-sungguh mencoba. Namun apa pun yang ia lakukan, ia tidak bisa mematikan kesadarannya atas satu hal: Greyson sedang duduk di sudut kamar, tidak bergerak, tidak berbicara… tetapi menatapnya. Tatapan yang tidak menyentuh tubuhnya, namun terasa seperti tangan dingin yang menyapu kulitnya perlahan. Ruby menggeliat gelisah di balik selimut, membetulkan posisi. Tapi setiap ia berpindah, setiap kain bergesek dengan kulitnya, ia merasa tatapan itu menguat. Seolah Greyson bisa mendengar suara detak jantung Ruby dengan jelas. Akhirnya Ruby membuka mata. “Kau masih menatapku?” gumamnya, pelan namun ketus. Greyson tidak menjawab seketika. Ia hanya memiringkan kepala… sedikit… seperti mengamati sesuatu yang menarik. “Aku memastikan kau tidak me

