Mobil hitam milik Greyson berhenti tepat di depan bangunan tua di kawasan pelabuhan utara — sebuah gudang besar dengan pintu baja berkarat dan pagar tinggi yang dijaga dua pria bersenjata. Hujan yang sejak tadi turun menetes di bahu jaket Greyson saat ia keluar dari mobil, namun pria itu sama sekali tak memperdulikannya. “Buka gerbangnya,” ucapnya datar. Penjaga segera memindai wajahnya sebelum menekan tombol di panel kecil. Pintu besi besar itu bergeser pelan, mengeluarkan suara berat yang memantul ke segala arah. Bau logam dan udara laut bercampur menjadi satu yang mampu menusuk hidung. Begitu Greyson masuk ke dalam gudang, suasana langsung berubah. Tidak ada cahaya alami di sana — hanya lampu gantung panjang yang menggantung rendah, menciptakan bayangan panjang di lantai semen. Bebe

