Bab 30

1238 Kata

Pintu kamar kembali terbuka beberapa menit kemudian — kali ini tanpa ketukan lebih dulu. Ruby segera menoleh dengan cepat, karena ia pikir Helen kembali untuk mengambil mangkuk kosong itu. Namun yang datang ternyata bukan pelayan tersebut. Greyson muncul di ambang pintu. Ruby refleks menegakkan tubuhnya. Ia memastikan wajahnya tidak menunjukkan apa pun — entah itu rasa takut, kepatuhan, atau pun kebencian. Kosong saja, seperti batu. Greyson berhenti tepat di depan kursi Ruby. Tidak ada suara selain langkah sepatunya yang halus berhenti di lantai tersebut. Ia tidak bicara. Tidak bertanya. Bahkan tidak berniat untuk mendekat. Hanya berdiri di sana, dengan salah satu tangan berada di saku, dan rahangnya yang terlihat terkunci. Tatapan matanya turun ke arah mangkuk yang kosong. Tidak ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN