Bab 36

1022 Kata

Berjam-jam kemudian, ketika hujan mulai mereda, hanya suara gemericik air dari talang yang terdengar di luar. Langit masih berat, tapi petir sudah berhenti. Waktu yang sempurna untuk berburu. Greyson menyalakan radio kecil di pergelangan tangannya. “Luwis.” “Siap, Tuan.” “Laporan terakhir.” “Dua dari tiga orang sudah tertangkap. Mereka mencoba menembus pagar sisi barat, tapi tim pengintai cadangan sudah menunggu. Yang ketiga masih bersembunyi di area gudang tua, tapi kami sudah menutup semua akses keluar.” Greyson menatap kaca spion mobilnya. Di belakang, siluet mansionnya tampak samar di tengah kabut tipis. “Jangan bunuh mereka. Aku ingin mereka hidup.” “Baik, Tuan.” Ia menutup komunikasi, menyalakan mesin, dan melaju ke arah barat — menuju gudang tua yang berdiri di pinggiran tana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN