Bab 37

1974 Kata

Lorong menuju lantai utama terasa lebih dingin dari biasanya. Greyson berjalan perlahan, mantel hitamnya meneteskan air ke lantai marmer. Lampu-lampu kristal memantulkan bayangan tubuhnya ke segala arah, memanjang seperti siluet seorang pemburu yang baru saja kembali dengan mangsanya. Ketika ia mencapai ujung tangga, Luwis sudah menunggu. Wajahnya masih tegang, tetapi ada sedikit kelegaan — tiga orang berhasil ditangkap tanpa ada korban di pihak mereka. “Tuan,” ucap Luwis sambil mengatur napas. “Tim sudah menyelesaikan perimeter. Tidak ada pergerakan lain. Sepertinya mereka memang hanya mengirim tiga orang.” Greyson menatapnya dalam, nyaris seperti menembus isi kepalanya. “Tiga orang bodoh itu tidak datang untuk menang. Mereka datang untuk menilai kemampuan kita.” Luwis mengangguk pel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN