Penyakit Hati

2037 Kata
Aisyah prillyana safitri # 5 Macam Penyakit Hati adalah: 1. Sombong Sombong adalah salah satu penyakit hati yang di benci oleh Allah SWT, seperti yang tersirat dalam surat Al-Qur’an berikut ini : “Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong .” [Al Mu’min: 76] “Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” [Al Israa’: 37] 2. Hasud (Iri dan Dengki) Orang yang iri dan dengki selalu merasa susah bila melihat orang lain senang. Dan sebaliknya, ia akan merasa senang bila orang lain kesusahan. Biasanya orang yang iri dengki akan mencelakakan orang lain dengan lisan, tulisan, dan perbuatannya. “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [An Nisaa’: 32] “Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu”. [HR. Abu Dawud] 3. Riya Riya adalah orang yang beribadah atau berbuat kebaikan dengan maksud pamer kepada orang lain, agar orang mengira dan memujinya sebagai orang yang baik hati atau rajin/gemar beribadah dan berbuat kebajikan. Ciri-ciri riya yakni apabila di hadapan orang dia giat tapi bila sendirian dia malas, dan selalu ingin mendapat pujian dalam segala urusan. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia” [QS. Al-Baqarah: 264] “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat karena riya” [Al Maa’uun 4-6] “Riya membuat amal sia-sia sebagaimana syirik”. [HR. Ar-Rabii’] “Sesungguhnya riya adalah syirik yang kecil”. [HR. Ahmad dan Al Hakim] 4. Bakhil atau Kikir Bakhil atau Kikir alias Pelit atau Medit merupakan salah satu penyakit hati karena terlalu cinta pada harta sehingga tidak mau berbagi dan bersedekah kepada orang lain. “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Ali ‘Imran 180] “Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa” [Al Lail 8-11] 5. ‘Ujub (Kagum akan diri sendiri) Ini mirip dengan sombong. Kita merasa bangga atau kagum akan diri kita sendiri. Padahal seharusnya kita tahu bahwa semua nikmat yang kita dapat itu berasal dari Allah. Jika kita mendapat keberhasilan atau pujian dari orang, janganlah ‘ujub. Sebaliknya ucapkan “Alhamdulillah” karena segala puji itu hanya untuk Allah. Itu adalah 5 macam penyakit dalam islam. Naudzubillah, semoga aku bukan menjadi hamba yang seperti itu. Mungkin itu adalah perasaan ku dulu ketika banyak yang suka kepadaku memujaku rasanya aku sangat bangga sehingga menjadikanku sombong. Aku tak perduli dengan lingkungan sekitarku. Aku pindah ke apartemen supaya aku bisa bebas melakukan hal yang aku inginkan. Walaupun aku selalu dipantau oleh bodyguard orang tuaku. Aku tetap bisa melakukan hal yang aku sukai. Dulu masih ada reza kekasihku yang selalu bisa memanjakanku. Apapun yang aku mau dia selalu menurutinya. Bahkan dia sering sekali main ke apartemenku jika kita malas keluar. Sungguh sangat bodoh sekali jika aku mengingatnya. Mengingat sentuhannya yang bisa membuatku melayang. Tapi aku tak melakukan apapun yang lebih dengannya. Aku selalu teringat wajah orangtuaku jika dia sudah mulai mencumbuiku. Aku beruntung aku segera disadarkan oleh Allah. Aku merasa malu jika selalu ingat akan hal itu. Sungguh aku akan sangat menyesal jika telah melakukannya dan menuruti mantan kekasihku itu. Kini aku bisa bangkit dan memulai semuanya dari awal. Ali yang telah mengajariku banyak hal. Bahkan aku dibelikan al-Quran couple.  Sewaktu dia kerumah dengan tante mira. Dia datang untuk undangan dari papa. Undangan makan malam bersama. Aku sangat suka dengan designya. Setiap hari aku selalu menyempatkan membacanya, karena kata ali jika tidak dibaca maka dia yang akan berdosa. Itulah kenapa banyak yang sangat berat jika Al-Quran dipakai untuk mahar, untuk kalangan awam yang sangat amat jarang membacanya. Apalagi dijaman modern seperti sekarang, kebanyakan mereka memilih membaca lewat gadget. Tetapi aku sangat suka dengan hadia dari ali. Tok..tok..tok.. "Mba prilly. Dibawah sudah ditunggu sama bapak dan ibu. Aku mendengar ada yang mengetuk pintu kamarku. Mungkin papa dan mama sudah siap. Aku pun melangkah membuka pintu. Aku berjalan keluar, hari ini aku akan ke masjid untuk mengadakan acara bakti sosial. Dengan ditemani papa dan mama acaranya hari ini pun berlangsung sangat besar. Tapi aku takut jika akan disalah artikan oleh orang lain.  "Pagi ma.. udah pada siap nih. Godaku pada mama dan papa. melihat mereka selalu mesra, aku jadi iri. Tapi iri bukan yang penyakit hati. "Kamu itu yang kemana ajah. Udah mau siang nih. Bisa telat. Gerutu mamaku. "Prilly habis ngaji dulu ma, kan tadi gak ke masjid. "Yasudah, ayo cepat berangkat. Nanti kasihan yang sudah menunggu. Aku mengangguk mengiyakan ajakan papa. Sekarang sudah jam,7 pagi, sedangkan acaranya dimulai jam 8 pagi. Aku yang ikut sebagai panitia juga harus datang lebih awal. "Papa mau jalan kaki kesana,,?? Beliau mengangguk. "Deket sini sayang. Jadi kenapa harus naik mobil. Baiklah kurasa itu adalah ide yang sangat bagus. Aku pun berjalan dibelakang orangtuaku. Berjalan dengan kawalan dari para bodyguard papa. Setelah 10 menit berjalan kita pun telah sampai di masjid. Kulihat udin sangat sibuk sekali. Tapi tak kulihat ali ada disini. "Pa.. ma.. prilly mau nyamperin udin dulu yah. Sepertinya dia butuh bantuan. Pamitku pada orangtuaku. Beliau mengangguk mengiyakan. Aku pun melangkah menjauh. "Assalamuallaikum udin... sepertinya kamu butuh bantuan. "Aahh mba prilly, saya kira siapa bikin kaget saja. Aku terkekeh mendengar jawabannya. "Sini, saya bantu. Sebentar lagi akan dimulai acaranya. "Banyak wartawan mba, sebaiknya mba prilly duduk saja dengan pak hendrawan. Sergahnya padaku. "Apa aku gak boleh bantu ya,, sampai kamu nyuruh aku pergi. Wajahku berubah sendu. Kenapa udin malah menyuruhku pergi. Bukankah tak masalah jika aku membantu. "Eeh maaf mba bukan begitu. Aduh bisa di pecat sama mas ali nih. Yasudah silahkan mba.. Hahaha lucu juga si udin ini. Kukerjain mukanya kayak tegang begitu. "Mas ali nya kan gak ada, jadi sini aku bantuin. Aku ikut mengecek per kantong. Kulihat isinya apa ajah, karena aku gak tahu standartnya bagaimana. "Isinya ada lima mba prilly. Seperti ini. Tunjuk udin kepadaku, dia menyodorkan satu kantong berisi beras, minyak, kecap, gula dan satu amplom yang berisikan uang. Aku mengangguk mengerti. "Ini semua siapa yang nyiapin din. Kok sudah siap semua. Tanyaku penasaran. "Para remaja putri mba, itu di sebelah sana. Ada mas ali juga yang mengawasi. Aku berbalik melihat apa yang ditunjuk oleh udin. Mataku memicing melihat ali begitu akrab dengan seorang wanita, sepertinya aku pernah melihat wanita itu. Aahh bukankah wanita itu yang aku lihat sedang dipeluk oleh ali saat hendak terjatuh. Kenapa rasanya dadaku terasa sesak. Badanku serasa panas sekali. "Itu andien mba, dia sahabatnya mas ali juga. Kita dari kecil sudah bersahabat dengan mas ali. Aku dan andien dan juga mas ali. Mas ali sudah menganggap andien seperti adiknya sendiri sama sepertiku. Seperti tahu perasaanku, udin menjelaskan siapa wanita itu. Entahlah kenapa hatiku rasanya berbeda. "Aah kenapa jadi kamu yang ngejelasin. Sudahlah ayo cepat kita selesaikan ini semua. "Baik mba.. Sabar prilly, kamu harus extra sabar. Setidaknya aku tidak boleh berburuk sangka kepada ali. Di tampan dan ramah pasti banyak yang menyukainya. Apakah ini yang membuatnya sedari tadi sibuk tak menyapaku. "Ekhem... assalamuallaikum maliki..!!! Tak perlu aku berbalik aku sudah tahu siapa yang menyapaku. "Waallaikum sallam.. ehm udin aku pergi kesana sebentar ya. Aku mau menemui wartawan dulu, takut dikira sombong tak mau menyapa. Apalagi sok sibuk sampai tak menyapa mereka. "Lhoo.. kok pergi. Aku baru ajah nyapa udah pergi. "Aku udah dari tadi disini mas, jadi ku mau kesana sebentar. Lagian juga udah ada kamu kan yang ngebantu udin. Assalamuallaikum. Pamitku kemudian berjalan menjauh. Aku mendengar ali masih memanggil namaku. Entahlah, aku ingin menghindar darinya. Kusapa para wartawan yang sedang memanggilku untuk kesana. Setelah kujawab semuanya, kini saatnya acara dimulai. Aku berdiri disamping orang tuaku. Aku menghembuskan nafas karena ali ikut berdiri disampingku. "Jadi ada yang cemburu nih. Bisiknya padaku. Aku menoleh tajam padanya. Pasti udin yang bilang pada ali. "Maksutnya apa,,??? "Gak ada maksut, hanya saja aku ingin bilang. Jika aku dan andien tidak ada hubungan apapun. Dan maaf, karena aku gak tahu kamu udah datang. "Udin kemana ya,,?? Udah di cek semua apa belum. Aku sengaja mengalihkan pembicaraan. Aku sangat tak suka dengan diriku yang sekarang. Mungkinkah aku cemburu. "Gak usah ngalihin pembicaraan sayang, gak ada yang bisa membuat aku jatuh cinta selain kamu. Jadi mau ada seratus wanita seperti andien pun tak akan membuatku goyah. Aku menatap manik-manik matanya, kulihat tak ada kebohongan dimatanya. Apakah dia berkata jujur. "I see, semoga itu benar tuan muhammad ali syarief. Dia terkekeh menahan tawanya. Sungguh apanya yang lucu. Dia berjalan sambil mengedipkan satu matanya padaku, saat namanya dipanggil untuk menyampaikan sambutan. Tentu saja, karena ali lah ketua panitia disini. Aku tersenyum menatapnya, sungguh dia sangat tampan. Tutur katanya pun sangat lembut. Bagaimana mungkin aku tidak jatuh cinta padanya. Aku mendengar ada yang berbicara dibelakangku. Mereka semua sepertinya membicarakan ali. Aku tak mau menoleh, karena takut dikira aku menguping. Tapi dari sini aku mendengar mereka sangat mengagumi sosok ali. Aku harus sadar jika ali memang lelaki idaman setiap wanita. Lalu bagaimana bisa aku disebut pantas dengannya. Tanpa terasa aku menundukkan wajahku kebawah. Aku teringat ucapan rossa kala itu. Memang salah jika kita berbuat baik dan bisa disenangi banyak orang. Aku tak pernah mencari perhatian kepada ali. Awal jumpa dengannya pun kita tak pernah berbicara baik. Tetapi jika memang jodohku adalah ali, ku akan sangat bahagia bisa menerimanya. "Eeh tapi sepertinya kita bisa kalah dengan andien. "Iyaa,, andien bisa sedekat itu dengan mas ali. "Apalagi andien wanita sholehah. Guru ngaji dan guru TK. Idaman sekali. "Iyaa, serasi banget ya mereka. Kecewa banget kalo mas ali dan andien gak bisa menikah. Hah, tanpa terasa air mataku turun ke pipiku. Ternyata banyak sekali yang mendukung andien dan ali. Kuusap pelan air mataku, aku tak mau ada yang melihatku menangis. Astagfirullohaladzim, semoga aku bisa kuat. Jangan sampai membuatku menjadi iri dan tidak mensyukuri apa yang dikasih oleh Allah. "Kamu tidak mau memberi sambutan,. Aku mendongak melihat ali yang sudah berdiri disampingku. Aku menggelengkan kepala. "Aku disini hanya membantu saja, jadi tidak perlu ikut berbicara. "Baiklah, yang penting kamu bisa hadir disini saja udah cukup membuat masyarakat senang. Mereka bangga bisa punya tetangga artis. Aku tersenyum menanggapi ucapannya ali. Begitu senangkah mereka padaku. Tetapi aku tak melihatnya, bahkan para remaja putri disini tak mengajakku berfoto atau mendekat padaku. Walaupun masih ada yang mendekatiku. "Percayalah, sebenarnya mereka sangat menyukaimu. Tapi takut untuk mendekat. Jika ada berita yang tak mengenakan, tanggapi saja dengam senyuman. Yang penting niat kita adalah membahagiakan orang dengan hati yang ikhlas dan tulus. "Iyaa, aku paham hal itu. Karena aku gak mau mencari perhatian mereka biar suka padaku. Aku lebih suka mereka menganggapku dengan apa yang mereka fikirkan tentangku. Jawabku jujur. " i love you much more prilly. Kamu membuatku semakin jatuh cinta padamu. Lirihnya padaku. Aku menatap kearahnya, karena kufikir itu seperti bisikkan. Lirih sekali, tapi aku tersenyum melihatnya. Aku pun membalas ucapannya tapi tanpa suara. Hanya dengan gerakan bibirku saja. "I love you too.. Kita berdua sama-sama tersenyum dengan keadaan kita yang sekarang. Tidak ada pandangan yang penuh nafsu, hanya saja kita sama-sama melihat kekaguman masing-masing. Semoga Allah senantiasa memberikn jalannya bagi kami. Aku hanya mengikuti alur dari sang pencipta. Bukankah pantas tidaknya kita hanya dilihat dari amal dan ibadah kita, bukan wajah dan harta kita. Aku harus kuat menghadapi apapun yang terjadi nanti. Sekalipun banyak sekali yang menentang hubunganku dan ali. ?????????? Next....... Jangan lupa vote..... Dan jangan lupa follow saya juga...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN