Komitmen Yang Terungkap

1401 Kata
Muhammad ali syarief Sedari tadi aku bingung, kenapa prilly hanya diam. Setelah selesai urusanku, aku mengantarkan prilly pulang tetapi dari parkir kantor sampai saat ini pun dia hanya diam. Sebenarnya aku tahu banyak sekali karyawanku yang memandang tak suka dan sedikit aneh saat aku datang bersama dengan prilly. Bukanya kenapa, memang yang mereka tahu selama ini tak pernah datang dengan seorang wanita bahkan semobil pun aku tak mau. Ditambah dengan omongan rossa saat di ruangan make up. Aku tak sengaja mendengar rossa berbicara kepada prilly. Saat itu aku hanya ingin bertemu prilly tapi tak kuduga jika rossa telah lebih dulu datang. Aku tak suka saat dia menyinggung komitmen yang kubuat. Dia juga sangat tak suka melihat aku dekat dengan prilly. Bukannya aku tak tahu, aku tahu jika rossa suka kepadaku. Tapi bagaimana lagi jika hati tak pernah bergetar saat dengannya. Tapi berbeda dengan prilly, semua itu seakan berubah saat bertemu dengannya di masjid. "Mas, kita mau kemana..??? Akhirnya di mau membuka suaranya padaku. Dia bingung melihat aku yang berbelok ke arah cafe. Aku ingin berbicara dengannya tapi tak mau jika didalam mobil. "Aku hanya ingin membicarakan sesuatu padamu. Aku tak suka juka kamu menyimpan itu sendiri. "Apa maksutmu mas,,?? Kamu tahu kalo aku ini.. "Tenang saja cafe ini punyaku sendiri. Jadi aku tak akan membuat ramai medsos mu dan juga para wartawan. Jawabku seakan tahu kegundahannya yang takut jika akan tahu wara wartawan. Dia mengangguk mengerti, aku sungguh sangat tak sabar. Aku tak mau dia jadi minder karena merasa tak pantas denganku. Aku ingin dia yakin jika dia adalah wanita yang sangat istimewa. "Yuk turun..!!! Kubuka pintu mobil untukknya tetapi dia masih saja diam. Aku mengehela nafasku sejenak. "Kalo kamu masih diam disitu, akan aku gandeng tanganmu untuk masuk. Dia tersentak mendengar ucapanku. Wajahnya berubah menggemaskan, dia tak mungkin suka jika ada lelaki yang menyentuhnya. "Iish.. kamu nih mas., iya nih aku jalan. Kesalnya padaku. Aku dan prilly pun masuk kedalam. Kulihat pengunjungnya tak begitu ramai jadi aku tak perlu khawatir jika ada yang mengenali prilly. Memang susah jika punya calon istri artis, semua harus serba sembunyi-sembunyi. Aku berjalan mendekat berbicara dengan dhani manager di cafe ini. Ini adalah cafe ku yang aku dirikan 3 tahun yang lalu. Tempatnya yang strategis dan menu-menu yang spesial tak membikin kantong bolong. Membuat cafe ku sangat ramai oleh para anak muda. Biasanya di jam sore dan malam cafe ini akan terlihat sangat ramai. "Dhani, hari ini udin off atau shift siang.?? Tanyaku pada dhani sat kami tengah berjalan menuju ruanganku. "Udin shift siang pak ali. Aku mengangguk mengerti. Ya udin sahabatku dirumah, sahabatku semenjak SMP. Dia adik kelasku tetapi aku sangat dekat dengannya karena ayahnya bekerja dirumahku. Sejak kecil kami selalu bersama. Aku menyuruhnya bekerja di cafe ini. Awalnya aku mengajaknya bekerja di kantorku tapi dia menolak karena dia hanya tamatan SMA, dia tak melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi. Akhirnya aku pun menyuruhnya bekerja di cafe ini, sambil menjadi kaki tanganku sebagai pemberi informasi apa saja yang terjadi disini. "Udin bekerja disini juga mas..?? Aku menjawab mengangguk padanya. "Dhani tolong panggilkan sasa kemari. Dan besok pagi saya minta laporan seperti biasa sudah harus masuk di email saya. Ucapku membuatnya mengangguk lalu berlalu pergi. "Baik pak ali. Saya permisi. Pamitnya padaku. Aku mengajak prilly masuk keruanganku. Aku menyuruhnya duduk. Ruanganku ini memang terbuka. Aku sengaja membuatnya seperti ini, walaupun berada di dalam tetapi ruangannya kubuat terbuka. Semuanya dikelilingi oleh kaca putih. Kita bisa melihat apa yang ada diluar. Belakang cafe memang aku buat pohon dan tumbuhan sebagai pagarnya.  Cafe ku ini aku buat dua lantai, temanya adalah back to nature. Jadi aku sengaja mengakses seluruh ruangan dengan banyak tumbuhan. Di luar pun aku sengaja membuat konsumen sangat nyaman berada di luar. Gak akan merasa kepanasan dan kehujanan saat mereka memilih duduk diluar. Dan saat masuk kedalam pengunjung pun disuguhkan dengan kolam berada ditengah. Lalu naik keatas dengan view yang sangat bagus. Lebih terbuka karena tak ada atap hanya dinding kaca dan pembatas saja. "Permisi pak ali, ada yang bisa saya bantu. Dia terkejut saat melihat prilly disampingku. "Aah iya sasa, saya mau kamu buatkan saya coffe latte satu dan nasi goreng spesial satu. Kamu mau pesan apa prilly. "Uhmm.. aku mau green tea latte satu. Dan... beef teriyaki steak. "Baiklah silahkan tunggu pesanannya pak. Aku mengangguk mengiyakannya. Prilly masih melihat-melihat ruanganku. "Aku suka dengan ruangan ini. Walaupun didalam tetapi kita masih bisa melihat keadan luar. Tanpa ada dinding pembatas. "Ini adalah rancanganku sendiri. Aku bosan jika terus berada didalam ruangan. Mangkannya kubuat seperti ini. Mau sholat dulu sambil menunggu pesanan kita datang. Tawarku padanya. Dia mengangguk dan tersenyum. Aku mengajaknya ke sudut ruangan setelah dia selesai mengambil wudhlu. Ini pertama kalinya aku menjadi imam seorang wanita selain mamaku. Aku menoleh kebelakang. Melihat dia masih terntunduk berdoa. "Kenapa kamu sedari tadi hanya diam saja. Apa ada sesuatu yang mengganggumu. Akhirnya aku pun bertanya kepadanya. Dia terkejut, dia mendongak nelihatku. "Aku tak apa mas ali. Aku hanya sedikit mengantuk. Dustanya padaku. Aku tahu dia sedang menutupi kekesalannya. "Kamu tahu, jika allah tak suka kepada hambanya yang berbohong. Aku tak tahu saat ini kamu sedang berbohong atau tidak tapi... "Maaf... aku hanya tak mau berfikiran buruk saja mas. Potongnya cepat kepadaku. "Apa yang membuatmu berfikiran buruk prilly.?? Dia terdiam, mata sayunya memandangku. Aku bisa melihat mata hazelnya yang indah bertemu dengan mata hitamku. "Banyak sekali yang tak suka kepadaku mas ali. Mereka memandang siapa diriku dulu. Sepertinya mereka tak percaya jika aku bisa dekat denganmu. Apa kamu mempunyai komitmen. Tanyanya ragu padaku. Aku mengangguk mengiyakan. Kuhelakan nafas sejenak sebelum menjawab pertanyaannya. "Aku mempunyai komitmen untuk tidak menjalin hubungan lebih dengan wanita jika bukan hubungan yang syah. Selama ini aku selalu menjaga jarak dengan wanita manapun, bahkan semobil pun aku tak mau. Dan saat ini mereka tahu jika aku datang denganmu semobil. Membuat mereka semua bertanya. Aku tahu itu, tapi kenapa kamu yang tidak enak. Bukankah kamu adalah calon istriku. "Apakah sebaiknya kita,,?? "Tidak.. tidak ada kata batal. Saat aku telah memutuskan menikah denganmu, aku tahu apapun yang terjadi aku harus terima itu. Walaupun mungkin banyak sekali fans mu yang tak suka padaku. Dia menggelengkan kepalanya. "Tidak mas, pasti fans ku akan suka padamu. Lelaki tampan yang baik hati. Jawabnya jujur. Aku senang mendengar dia menjawab dengan tersenyum. "Hah rasanya aku ingin sekali memelukmu prilly. "Iishh., mas bukan muhrim. Elaknya padaku. Kulihat semburat merah pada pipinya. "Lebih baik kita percepat saja pernikahan kita, biar kamu gak berfikiran yang tidak-tidak. Aku takut kamu akan goyah nanti. Dia terkekeh mendengar jawabanku. Senyuman yang sangat manis. Aku rasa memang aku sudah jatuh cinta terlalu dalam padanya. Hanya dengan senyumannya saja, hatiku sangat menghangat. Tok..tok.,tok. "Permisi pak ali, makanannya sudah siap. Teriak sasa dibalik pintu. Aku berdiri melangkah ke sofa. Aku menyuruhnya masuk. Prilly pun sudah melipat mukenahnya, dia mengikutiku duduk didepanku. "Uhmm maaf pak ali. Bolehkah saya minta foto bersama dengan mba prilly. Saya sangat ngefans dengannya. Aku tersenyum dan mengangguk. "Silahkan sasa, mana mungkin aku melarangnya. Kecuali jika lelaki. Sasa dan prilly tertawa bersama. Apanya yang lucu, aku kan menjawab dengan jujur. "Mas ali ini apaan sih. Boleh silahkan sasa. Mau selfie atau minta difotokan. "Selfie saja mba, mana mungkin saya menyuruh seorang boss. Mereka kembali tertawa berdua. Apanya yang lucu sih, heran juga melihat wanita. Hah lebih baik segera kumakan saja makananku. Aku sudah sangat lapar. "Uhmm.. aku baru melihat jika steak tapi dagingnya juga berbumbu teriyaki. Dan ini masih terlihat seperti beef steak seperti biasa. Tanyanya yang sudah kembali duduk didepanku. "Tentu, inilah menu spesial. Dagingnya kita bumbui dulu dengan saus teriyaki kita masak sampai matang. Lalu kita sajikan dengan saus steaknya. Topingnya pun macam-macam. Enak ?? Dia mengangguk dan tersenyum. "Sangat enak, aku bisa rekomendasiin nih cafe buat para fans aku. Sebentar ya.. Dia mengambil iphonenya, sepertinya dia akan mengunggah gambar makanan ini di medsosnya. Yaa,, namanya juga artis apapun kegiatannya pasti akan di share di medsos. Tak apalah setidaknya senyumnya telah kembali. "Mas ali ayo dimakan. Kenapa malah diam ajah. "Hah iya, aku terlalu suka melihatnya senyum mu sampai lupa rasa laparku. Godaku padanya. "Iishh,, makan mas..!!! Jangan gombal terus. Aku semakin terkekeh mendengarnya merengek. Sepertinya hari-hariku akan sangat bahagia jika terus berdua dengannya. Wanita yang sangat cantik dan baik hati. Wanita yang kukira adalah wanita munafik hanya karena popularitas dia berubah seperti ini. Ya allah semoga semuanya dilancarkan. Dan aku berharap dia adalah jodohku, tulang rusukku yang akan mendampingiku selamanya. ????????? Next...... Jangan lupa vote....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN