Kejutan yang indah

1182 Kata
Muhammad ali syarief Tok...tok..tok., "Masuk...!!! Ceklek... "Selamat pagi pak ali. Saya hanya mau mengingatkan jika 15 menit lagi kita akan ada meeting. "Iya rossa, terima kasih. Aah rasanya aku enggan sekali untuk pergi dari kursiku ini.badanku sungguh sangat pegal sekali. Andai saja aku sudah menikah pasti saat ini istriku bisa memijat badanku. Istri, aku jadi teringat pembicaran seminggu yang lalu. Bagaimana raut muka prilly saat mengetahui jika aku adalah calon suaminya. Aku rasa aku terlalu berlebihan jika sudah menghitbahnya. Sedangkan kita baru berkenalan belum ada satu bulan. Tapi aku tak mau menunggu lama, karena umurku sudah pas untuk menikah. "Karena dia adalah calon suamimu.... "Papa....!! Apa maksut papa. "Sebaiknya kita masuk saja dulu. Ali belum sarapan kan. Aku mengangguk mengiyakan ajakan pak hendrawan. Prilly masih terdiam dengan raut muka yang sedang kebingungan. Mungkin dia bingung kenapa aku dan papanya bisa kenal. Aku mengikuti mereka untuk keruang makan. Disana rupanya sudah ada mamanya prilly. "Assalamuallaikum tante sofie. Sapaku pada beliau. Beliau tersenyum dan menyuruhku untuk segera duduk. Aku pun memilih duduk disebelah prilly. "Papa jelasin ini semua apa maksutnya. Kenapa mama juga sudah kenal dengan ali. Nada bicaranya terkesan sangat manja. Inikah sifat asli dari dia, so awesome. Ternyata dibalik sifat juteknya ada sifat manjanya. "Kita makan dulu ya sayang.. tante sofie menyuruh kita untuk makan terlebih dahulu. Kulihat sepertinya prilly tak nyaman dengan adanya aku disini. Mungkin dia tak pernah makan bersebelahan dengan lelaki tampan sepertiku. Hahahah rupanya aku terlalu percaya diri. "Sekarang jelasin siapa ali dan kenapa papa bilang jika ali adalah calon suami prilly. Papa tidak menjodohkan prilly kan pa...?? Tanya bertubi-bertubi. Haha aku baru tahu jika,dia sebenarnya suka bicara. Lihat saja bicaranya tak ada jeda sedikitpun. Saat ini kami sedang bersantai di ruang tamu, prilly yang duduk disebelah pak hendrawan nampak semakin menggoyangkan lengan beliau karena tak kunjung mendapat balasan. Aku yang berada di depannya pun sangat gemas dengan tingkah lakunya. "Seminggu yang lalu ali datang kerumah, dia meminta ijin kepada papa untuk menghitbahmu. "Dan papa menerimanya..?? Tanyanya sedikit terkejut. Pak hendrawan pun mengangguk dan tersenyum. "Papa... prilly kan belum mengenalnya. Kenapa papa langsung menerimanya. "Iishh. Jika kamu tidak mengenalnya kenapa kamu bisa tahu namanya. Sudahlah sayang, papa sudah tahu. Lagian, ali ini ternyata anak tante mira istrinya alm. Om syarief. Prilly nampak terkejut. Dia memandang kearahku lalu berpaling lagi kepada pak hendrawan. Seakan memikirkan sesuatu. Apa aku telah salah menghitbahnya. "Prilly,, seorang wanita muslim. Harus bisa mencari calon suami yang seiman, berpendidikan dan ahli ibadah. Semua itu ada di diri ali, kamu hanya belum terlalu kenal dengannya. Kenalilah dulu dia. Tapi ingat bukan muhrimnya untuk berduaan. Prilly mengangguk pasrah, ada guratan kecewa disana. Tapi dia tersenyum dan menatapku lekat. Aku tak berani menatapnya terlalu lama. Ya allah, kenapa aku jadi serba salah begini. Apa aku salah telah memilihnya menjadi istriku. Aku tersadar dari lamunanku. Lantas bergegas menuju ruang meeting. Ceklek.... Aku terperanjat ketika melihat wanita yang selama seminggu ini aku hindari berada diruangan meeting. Aku lupa hari ini meeting dengan majalah yang menerbitkan hasil karyaku. "Selamat siang. Bisa kita mulai sekarang meetingnya. Mereka semua mengangguk. Ya allah tenangkanlah hati ini. Rasanya jantungku tak berhenti berdetak. Aku tahu dia sedang menatapku, tapi aku tak mau terlalu jauh melihatnya. Hatiku bisa goyah jika melihat tatap matanya. Aku masih ingat betul raut mukanya saat tau aku telah menghitbahnya. "Bagaimana menurut anda pak ali. Tanya sang manager majalah tersebut. "Semua terserah dari pihak model wanitanya. Jika dia merasa keberatan maka tak perlu. Jawabku yang membuat semua menatapku bingung. "Saya setuju.. tidak masalah buat saya karena saya juga suka anak kecil. Tapi,,, Aku segera memotong ucapannya. Aku tahu pasti dia akan menolak jika model lelakinya adalah aku. "Tidak perlu takut nona prilly, saya akan mencarikan model lelaki yang pas untuk itu. Dia sedikit terkejut, walaupun aku tak rela jika dia harus berfoto dengan lelaki lain selain diriku. Apalagi tema majalah ini keluarga. Hah,, entah kenapa aku ingin sekali pergi dari sini. "Ehm.. maaf pak ali. Bukankah lebih baik jika pak ali saja yang menjadi modelnya. Karena ini meneruskan dari tema sebelumnya yang sudah tercetak. Aku menggelengkan kepalaku saat ayla menyuruhku untuk tetap mendampingi prilly. "Saya bukanlah seorang model, jadi saya tak pantas untuk meneruskannya. Prilly menatap wajahku, sepertinya ada yang ingin dia bicarakan padaku. Kulihat dari guratan matanya yang terkejut mendengar jawabanku. "Kenapa harus mencari yang lain jika pak ali sudah pas dan mampu untuk bisa berfoto bersama saya. Tanyanya yang membuatku terkejut. Apa yang dia bilang, jadi dia juga menginginkan aku. "Atau anda takut jika kekasih anda., atau mungkin istri anda akan marah dan cemburu. Lanjutnya lagi. Aku tersenyum dan menggelengkan kepala. "Sepertinya calon istri saya tidak akan cemburu. Karena calon istri saya juga tak terlalu perduli dengan kehidupan saya. "Lalu bagaimana,,,?? Apakah ini akan dilanjut. Tanya ayla padaku. "Baiklah, rossa atur jadwal saya lagi untuk ini. Dan berikan kontrak kerja lagi kepada nona prilly. "Baik pak ali. Rossa mengangguk mengerti. "Bisa saya berbicara berdua dengan pak ali sebentar. Aku melirik kearah samping. Prilly sudah berada disampingku. Aku mengangguk dan berjalan mengikutinya dibelakang. Aku mengajaknya untuk berbicara sedikit menjauh dari ruangan meeting tadi. Aku tak ingin ada orang lain yang mendengarkan pembicaraanku dengan prilly. "Apa kamu menyesal telah menghitbahku. Atau kamu mulai sadar jika memang aku bukanlah yang pas untuk kamu jadikan istri. Aku segera berbalik menatapnya tajam. "Apa maksutmu prilly,,??. Kenapa dia berbicara seolah aku yang telah menolaknya. "Kamu datang kepada orang tuaku untuk menghitbahku. Tapi setelah itu tak ada pembicaraan lagi. Seakan-akan kamu melupakan kejadian itu. Apa kamu fikir aku ini permainan. Kudengar nadanya sedikit membentak. Bukankah dia yang tak ingin ini berlanjut. "Aku hanya memberikanmu waktu. Aku tak mau memaksakan kamu untuk menerimaku. "Lalu kenapa kamu dengan gampangnya datang kepada papa. Sedangkan kamu sendiri tak yakin. "Yang aku inginkan hanyalah bisa menikah denganmu, karena aku merasa hanya kamu yang bisa menjadi istriku. "Apa kamu mencintaiku,,?? Aku terkejut mendengar pertanyaannya. Tubuhku serasa bergetar. Aku mengangguk mantap."aku mencintaimu karena takdir allah yang menuntun ku. Saat pertama kali bertemu dengan kamu,di masjid entah kenapa jantungku berdetak tak normal. Sedangkan terakhir aku seperti ini ketika aku masih kuliah dulu. "Lalu apakah kamu yakin jika kamu mencintaiku. Aku kembali mengangguk mantap. "Tapi aku tahu, jika cinta itu tak bisa dipaksakan. Aku hanya terlalu percaya diri jika kamu akan menerimaku hingga tak menyadari perubahan wajahmu saat kamu tahu aku telah menghitbahmu. Maafkan aku prilly.. ucapku tulus. Kudengar prilly menghembuskan nafasnya. "Apa kamu siap menerima istri seorang artis, artis yang masa lalunya kelam. Aku hanya takut kamu akan pergi saat kamu tahu masa lalu aku. Deg... Jadi, saat dia menunduk dia memikirkan ini semua. Dia takut jika aku akan pergi darinya karena dia seorang artis dan masa lalunya dulu yang berbeda dengan sekarang. Aku melihat perubahan pada raut wajahnya, sendu dan tak bersemangat. Andaikan sekarang dia muhrimku, pasti aku sudah memeluk tubuhnya. Ingin sekali aku hapus beban yang ada dihatinya. "Aku akan tetap dengan pendirianku. Tak perduli siapa kamu yang dulu. Karena aku menikahimu bukan dari masa lalumu tapi untuk menjadi masa depanmu. Dia mendongak melihatku. Matanya sedikit sayu. Mata hazelnya telah menghipnotisku. Aku tersenyum dan mengajaknya untuk kembali kedalam ruangan. Sepertinya aku harus segera menikahinya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN