Cemburu

1522 Kata
Aisyah prillyana safitri Disaat kita berfikir bahwa kita bukanlah orang yang sempurna, disitulah kita disadarkan bahwa kesempurnaan hanya milik Allah SWT saja. Dulu aku menjadi pribadi yang berbeda, suka bersenang-bersenang merasakan indahnya dipuja dan dikagumi banyak orang. Selalu berpenampilan cantik untuk menarik perhatian semua orang. Tapi disaat aku seperti ini, bisa kulihat siapa yang bisa kuandalkan dan siapa yang harus aku tinggalkan. Setidaknya kesibukanku tidak akan membuatku mengacuhkan suamiku kelak. Walaupun ali masih mengijinkan aku untuk menyelesaikan semua pekerjaanku. Aku masih ingat saat makan malam kemarin. Dia begitu menghargaiku, membiarkan aku memutuskan sendiri. Dan hari ini aku sedang menunggu untuk talk show di salah satu stasiun televisi swasta. Mereka mengundangku dalam acara kisah wanita. Sepertinya disini aku bisa mengklarifikasi semua berita-berita miring tentang diriku. Entahlah kenapa masih ada saja orang yang menghinaku. Sepertinya aku tak punya kesalahan apapun, apalagi sampai menyakiti hati orang lain. "Sst.. prilly loe siap kan. Ingat jangan mengundang asumsi publik yang bakal ngebuat loe di bully nanti. "Iya ayla,,, loe bawel banget sih. Namaku pun dipanggil untuk masuk. Aku pun bergegas masuk ke studio. Tepuk tangan yang meriah pun menyapa pagi ini. Aku tersenyum dan melambaikan tanganku untuk para fans ku yang sudah menunggu dari tadi. Aku menyalami host yang lebih tua dariku. Dia menyuruhku untuk duduk didepannya. Saat aku sudah duduk dengan baik, kurasakan tubuhku sedikit gemetar. Ya allah, tolong lindungi aku. Dia menyapa ku, dan bertanya bagaimana kabarku. Aku pun menjawab dengan sangat ceria. "Baiklah, prilly saya ingin bertanya. Apakah benar bahwa kabar diluar sana jika kamu akan berhenti dari dunia entertaimen karena ingin menikah.?? "Bismillahirrohmanirrohim. Alhamdulillah jika saya akan segera menikah. Bukankah impian setiap orang untuk menikah. Tapi tidak untuk sekarang. Jawabku dengan santai. "Lalu, bagaimana dengan kariermu.? "Karierku masih tetap berlanjut, tapi sebagai ibu rumah tangga bukan dilayar kaca. "Waah, berarti benar jika kamu tak ingin bergelut di dunia entertaimen. "Bukankah sebagai istri harus bisa berbakti kepada suami. Saya tidak mau jika saat suami saya pulang, saya tidak ada dirumah. Saya ingin hanya saya saja yang mengurusi suami saya. Bukan asisten rumah tangga. Jawabku tegas. "Waah jawaban yang bagus. Lalu project kamu bagaimana. Kuhela nafas sejenak, aku tak mau menyakiti hati fans ku dan para clien ku. "Alhamdulillah, dalam waktu dekat semua akan saya selesaikan. Saya tidak mau meninggalkan pekerjaan yang terbengkalai. Lagipula tidak ada pekerjaan yang berat yang harus memerlukan striping. Semua pun menanggapi dengan baik. " maaf nih prilly, soal pembicaraan yang katanya calon suami kamu dan yang santer terdengar berita-berita yang diluar sana. "Saya tidak perlu menanggapi hal itu, bagi saya kehidupan pribadi saya hanya saya dan allah yang tahu. Bukankah menurut islam wanita baik akan mendapatkan pendamping yang baik pula. Dan saya hanya berdoa semoga saya yang beruntung mendapatkan itu. Akhirnya apa yang ingin aku sampaikan bisa terwujud. Semoga tidak ada berita buruk lagi setelah ini. Ucapan saya pun di amini oleh host dan ustadzah yang juga diundang disini. Beliau kini menyampaikan pentingnya bekerja bagi seorang istri dan kewajibannya dirumah. Syukur alhamdulillah aku bisa belajar dari ucapan beliau. Setelah selesai, kini saatnya acara penutupan. Aku disuruh bernyanyi disini. Aku pun menyanggupi, tak masalah karena bukan hal yang buruk juga. "Aahhh... prilly gue sayang sama loe. Keren parah jawaban loe. Dan loe tau semua medsos gempar dan support loe. Dasar sahabatku yang satu ini. Gak ngerti banget sitkon. Yaa ayla anastasya, setelah keluar dari studio dia langsung berlari memelukku. Lihatlah dia malah cengar cengir cekikikan. Aku pun mengajaknya segera pulang, karena makan siang ini aku ada janji dengan ali. Lebih tepatnya perusahaannya ali. Hari ini hasil fotonya akan keluar. Aku pun melajukan mobilku setelah berfoto dan menyapa fans ku yang sedari tadi menungguku. "Ciye,, yang mau ketemu ama calon suami. Ledek ayla kepadaku. Kini kita sudah menuju cafe tempat dimana kita bertemu. " apaan sih ay.. loe mah. Biasa ajah kok. Kan ini bahas pekerjaan bukan masalah pernikahan. Kita berdua pun tertawa bersama. Memang hanya ayla yang bisa membuatku tertawa bahagia. 45 menit waktu yang sangat singkat untuk bisa sampai di cafe miliknya ali. Biasanya jam segini paling dekat sejam. Yah begitulah kota metropolitan. Aku turun dari mobil dan menggandeng ayla untuk masuk kedalam. Kuedarkan pandanganku pada seluruh ruangan. Tapi tak ada ali disini. Kulihat udin berjalan mendekat kearahku. "Selamat siang mba prilly. Mari masuk mba, sudah ditunggu sama pak ali didalam. "Terima kasih udin. Aku dan ayla pun mengikuti udin berjalan kedalam. Mungkin kearah ruangan pribadinya ali. Kulirik sebelah, sepertinya ayla tertarik dengan udin. Yaa,, jangan kalian fikir yang namanya udin itu seperti lelaki culun berkacamata atau bahkan lelaki yang biasa-biasa saja. Udin termasuk lelaki tampan, wajahnya yang putih dan berbadan tegap tinggi bisa membuat siapa saja suka padanya. Hanya saja dia seperti ali, hanya memilih wanita yang berhijab. Setelah mengetuk pintu, udin pun menyuruhku dan ayla masuk. Sepi tak ada siapapun disini. Katanya ali sudah menunggu. Tunggu aku mendengar ada gelak tawa dipojok ruangan, sepertinya itu ruangan sholat yang kemarin aku tempati dengan ali. Tapi kenapa ada suara perempuan juga. "Udin, dimana mas ali.?? Aku terkejut melihat ali dan rossa keluar dari ruangan itu. Mereka belum menyadari kedatanganku. Entahlah kenapa rasanya sesak sekali. Badanku terasa panas, ada sedikit rasa tak terima. "Eehh prill. Udah datang, udin kenapa kamu gak ketuk pintu dulu. Ucapnya pada udin. Sepertinya raut wajahnya sedikit menegang saat aku melihatnya dalam diam. "Udin udah ngetok berkali-kali tapi tak ada jawaban. Kita gak tahu kalo pak ali sedang sibuk. Jawabku sedikit tenang. Walaupun mungkin nada suaraku sedikit serak. "Ah.. iyaa tadi saya sedang sholat dulu. Kalo begitu silahkan duduk. Aku mengangguk mengerti, hah tidak mau semobil dengan wanita. Tetapi malah sholat berdua dengan wanita bukan muhrimnya. Astagfiruloh, ya allah kenapa aku jadi seperti ini. "Uumm.. mba prilly mau pesan apa.? Tanya udin sedikit gugup. Mungkin dia tak enak dengan aku dan ali. Begitupun dengan ayla, dia melihat kearahku seakan bertanya bagaimana perasaanku. Kuhela nafas sejenak. "Saya pesan green tea latte saja satu, karena saya gak akan lama. Ayla loe mau pesan apa ?. Ayla menoleh tajam kearahku. Mungkin semua orang sedang melihat kearahku. "Gue pesen jus kiwi ajah satu. "Baiklah, silahkan tunggu pesanannya. Udin pun menghilang dibalik pintu. Sebelum acara dimulai, aku meminta ijin untuk sholat dhuhur terlebih dahulu. "Eeh.. permisi sebelumnya saya mau sholat dhuhur dulu karena tadi tak sempat mampir. "Ii.iya silahkan prilly. Tempatnya dipojok ruangan itu. Kuangakat satu alisku, bukankah aku sudah tahu kenapa dia memberitahuku lagi. Tak kuperdulikan, aku pun melangkah menjauh dari mereka. Semoga setelah sholat, hatiku kembali tenang dan sejuk. Tidak ada fikiran buruk apalagi suudzon kepada calon suamiku sendiri. Empat rakaat telah aku laksanakan. Aku berjalan menghampiri mereka bertiga yang sedang terdiam. Kenapa tidak ada pembicaraan. Apa mereka harus menungguku kembali baru mau berbicara. "Silahkan pak ali. Meetingnya sudah bisa dimulai. Ucapku membuka keheningan. "Baiklah, ini adalah hasil foto shoot kemarin. Dan ini majalah yang hari ini juga sudah mulai terbit. Saya fikir hasilnya sangat memuaskan. Silahkan dilihat. Kuambil majalahnya. Kulihat dari mulai halaman depan, tengah sampai yang terakhir. Sangat bagus sekali pengerjaannya. Aku suka dengan gambarku yang natural ini. Disini yang dilihatkan adalah jilbabnya. Corak dan warna yang sangat indah. "Alhamdulillah, hasilnya sangat bagus sekali. Saya suka dengan semua editannya. "Iyaa saya rasa juga memang begitu. Tapi sayangnya pak roger managernya tidak bisa hadir sekarang. Jelas ali. "Tidak masalah pak ali. Kalo begitu projectnya sudah selesai. Dan prilly tidak punya tanggung jawab lagi sekarang. Ayla pun menyampaikan rasa terima kasih kepada ali. Sedari tadi kurasa rossa memandangku aneh. Apa hanya perasaanku saja. Segera kuhabiskan minumanku. Aku ingin cepat pulang. Aku tak mau berlama disini. "Kalo begitu saya dan ayla permisi pak ali. Kita masih ada acara lagi setelah ini. Dan jika ada perlu, silahkan hubungi manager saya saja. Ali terkejut melihat aku berdiri, berpamitan dengannya. "Aah, bagaimana jika saya antar sampai rumah. Bukankah kita searah. Tanyanya padaku. "Tidak perlu pak ali, saya masih ada pekerjaan. Saya dan ayla pamit dulu. Permisi. Setelah berpamitan aku menggandeng tangan ayla untuk keluar ruangan. Tak kuperdulikan ali yang hanya terdiam melihatku pergi. Aku berpapasan dengan udin. Dan aku pamit padanya. Udin tersenyum padaku. Tapi sebelum aku melangkah dia berbicara padaku. "Mba prilly tenang saja. Tadi saya juga ikut sholat didalam. Jadi bukan mereka berdua saja. "Iya.. tak masalah bukankah itu haknya mas ali. Yasudah aku pulang dulu ya... Bergegas kulangkahkan kakiku menuju mobil ayla yang sudah terpakir. Setelah masuk kedalaam. Dering iphone ku pun berbunyi. Mas ali Calling Hah. Baru juga keluar udah main telfon saja. Ku geser layar lalu kutekan tombol merah. Sedetik kemudian kembali berdering. Dan kulakukan hal yang sama. Sampai 3x dan akhirnya pun berhenti. Maafkan aku mas, bukannya aku tak percaya hanya saja aku masih takut. Takut untuk berharap terlalu tinggi kemudian terjatuh dan terluka. Mungkin jika hatiku sudah tenang, aku bisa kembali berbicara padanya. Untuk saat ini aku hanya ingin sendiri. Sepertinya aku akan merenung lagi didalam masjid. Aku terlalu sibuk hingga tak sempat berdiam diri lagi didalam masjid. Percayalah, jika kita berserah pada Allah maka semuanya akan terasa ringan dan tak terbebani. Jika hati mulai merasakan kebimbangan maka sholat adalah jawabannya. Semua pertanyaan pasti ada jawaban, begitu juga dengan musibah. Setiap terkena musibah maka kita akan mendapatkan hikmah pelajaran dari musibah itu. ?????????? Next....... Jangan lupa vote......
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN