Muhammad ali syarief
Aku hanya terpaku saat prilly beranjak pergi dari kantorku. Mungkin dia sudah salah faham karena melihatku dengan rossa.
Aku berjalan cepat kedepan menemui udin yang kini sudah berada di depanku.
"Udin,, kenapa kamu membiarkan dia pergi.
"Lhaa mba prilly mau pulang masak iya saya larang.
Kurang ajar udin, sepertinya dia senang jika aku bertengkar dengan prilly.
"Tapi kamu lihat kan dia sepertinya marah.
"Iya jelas marah, lha ngelihat calon suaminya berduaan ama wanita lain.
"Calon suami..??
Aku dan udin menoleh kebelakang. Rossa sudah ada dibelakang dengan wajah terkejutnya.
"Tapi seharusnya kamu bilang jika aku gak hanya berdua. Kamu juga ikut. Seakan tak menghiraukan pertanyaannya rossa.
"Aku udah bilang bapak ali. Tapi ya begitu orangnya langsung pergi katanya ada meeting lagi ditempat lain.
"Tunggu, jadi maksud kamu calon suami prillyana safitri siapa. Kini rossa sudah mulai membuka suara.
"Ya pak ali calon suaminya mba prilly. Masak ya saya sih. Candanya pada rossa. Dia menatapku tajam.
"Benar rossa, saya dan prilly akan segera menikah. Dan sepertinya sekarang dia marah karena salah paham melihatku dengan kamu tadi.
"Pak ali, apakah semua itu benar.
Aku mengangguk mantap, maafkan aku rossa bukannya aku ingin menyakitimu.
Dia tersenyum miring, lalu berpamitan meninggalkanku.
"Udin, tolong kamu carikan taksi untuk rossa.
Udin pun mengangguk tapi sebelum dia beranjak pergi. Dhani datang dan menawarkan diri untuk mengantarkan rossa. Aku pun mengijinkannya. Sepertinya dhani menyukai rossa.
"Lihat sendiri kan itulah akibatnya suka tebar pesona sama cewe-cewe. Giliran udah dapetin yang pas, yang lainnya ditinggal.
"Kamu ini ngomong apaan sih udin. Sekarang yang harus saya fikirkan gimana biar prilly gak marah.
"Gitu ajah pusing, ya datang langsung ajah ke rumahnya.
"Iishh.. kamu ini. Jangan sok menasehati orang lain. Aku tahu kalo kamu juga tertarik sama ayla.
Berhasil dia menoleh kearahku. Dia garuk-garuk kepala. Hahaha rupanya dua karyawanku sedang jatuh cinta.
"Ayla siapa mas,,?? Tanyanya sok polos.
"Jangan macam-macam. Kamu itu lebih cocok sama andien.
"Hahahhaa, andien.?? Bapak ali yang gantengnya maksa. Andien itu sukanya sama sampean lha kok saya yang kena. Aku cuman dianggap sahabat.
Apa maksutnya gantengnya maksa, kurang ajar nih bocah. Tapi tunggu, andien suka sama aku. Astagfirullohaladzim, kenapa jadi begini.
"Jadi benar andien suka ama aku. Aku fikir hanya perasaanku saja. Terus bagaiman,,???
"Apanya yang mesti gimana. Mas ali kan sudah memilih mba prilly, lalu apalagi.
Udin benar, bukankah aku sudah memilih prilly. Kenapa aku mesti bingung. Tapi andien sudah kuanggap sebagai adikku sendiri. Aku gak mau membuat dia terluka. Ya allah, apa yang harus aku lakukan.
"Aku pergi dulu ya. Nanti jika dhani kembali suruh cepat selesaikan laporannya.
Aku pun berpamitan kepada udin, aku harus menemui prilly secepatnya. Aahh tapi kan kata udin dia sedang keluar. Lebih baik aku telfon dia sekarang.
Tit..tit..tit.
Di riject telfonnya. Apa dia marah, atau dia lagi sibuk. Kucoba lagi menelfonnya. Sampai 3x dia masih tak mau mengangkat.
Sebaiknya aku pulang kerumah saja. Mugkin prilly masih marah. Atau mungkin dia benar-benar kecewa.
##########
Suara adzan shubuh telah berkumandang. Hari ini adalah hari minggu. Aku bergegas menuju masjid, karena pagi ini akan ada pengajian rutin. Setelah sudah siap, aku berpamitan kepada mama yang juga hendak sholat shubuh di musholla rumah.
Aahh aku ingat, bukankah jika ada pengajian hari minggu prilly selalu ikut. Semoga nanti aku bisa bertemu dengannya. Setelah kemarin aku tak jadi menemuinya.
Aku masuk kedalam masjid. Menunggu shalat jamaah segera dimulai. Rupanya udin pun sudah ada didalam.
sebenarnya udin itu tampan, tapi lebih tampan aku. Dan nama aslinya adalah yusuf amirudin tapi kebanyakan orang manggilnya udin karena dia lebih milih jadi pengurus masjid dibandingkan menjadi anak metropolitan yang pandai bergaya. Sikapnya yang sederhana membuat wanita-wanita disini menyukainya. Tapi udin gak mau pacaran, agamanya sangat bagus dan prinsipnya pun sama denganku.
Iqamah pun terdengar, aku berdiri di saf paling depan. Niat untuk sholat pun telah aku lafalkan.
Setelah dua rakaat terlaksana, dan doa-doa pun telah dibacakan kini saatnya pengajian rutin.
"Sst, gimana mas udah baikan.? Udin berbisik kepadaku.
"Belum, kemarin aku langsung pulang. Gimana mau ketemu tiap kali di telfon di riject mulu. Jawabku lesu.
"Hahahaha, mangkannya jadi cowo peka dikit dong. Tapi tenang boss bro. Orangnya ada dibelakang, ikut pengajian juga.
"Oia,,??? Jadi dia ikut jamaah juga. Aku fikir dia lagi gak ke masjid.
"Sstt.. jangan kelihatan norak gitu deh. Ntar ajah lihatnya.
Udin menahanku saat aku hendak menoleh kebelakang. Benar juga kata udin, kenapa aku malah jadi anak abg begini.
"Loe ngatain gue norak. Kusikut lengannya. Dia mengaduh sakit.
"Eeits.. aku-kamu jangan loe-gue.
Kurang ajar nih bocah, ya allah ampunilah dosaku. Kenapa dia jadi begini.
"Ya allah, gue kangen ngedenger suaranya din. Rengekku pelan.
"Astagfirullohaladzim mas, ngebayangin yang gak-gak itu gak baik lhoo.
"Udin, loe bisa diam gak. Masjid itu tempat suci bukan malah ngerumpi.
Aku tarik mukanya biar ngadep ke kyai annas. Dasar udin, udah tahu di masjid malah ngajakin ngobrol. Aku pun beristighfar.
30 menit berlalu, aku bergegas berdiri setelah melihat prilly beranjak pergi dari masjid. Aku harus menemuinya dan berbicara padanya.
"Din, aku duluan yah. Kutepuk pelan pundaknya.
Kulihat prilly masih mencari sandalnya, saat dia sedang memakai sandalnya aku berdiri didepannya. Dia terkejut saat berbalik melihatku. Tapi kali ini dia gak beristighfar.
"Tumben gak bilang istighfar,,??
"Mas ali,,, amm udah biasa jadi gak terlalu kaget.
"Begitu,,?? Aku cuman mau ngejelasin ajah yang kemarin.
"Ahh, tenang ajah mas. Aku juga tahu dan faham.
Kelihatan sekali jika wajahnya sedikit sendu. Ada apa, kenapa dia jadi berubah sikap denganku.
"Faham maksut kamu.??
"Pekerjaan aku juga sama, aku bisa juga bertemu dan satu lokasi dengan orang lain. Setidaknya kita percaya jika kita tidak akan melakukan apapun yang menyalahi aturan agama. Lagi pula kita belum menikah, jadi aku gak punya hak untuk mengatur hidup mas ali. Bisa saja di suatu waktu mas ali menemukan orang lain yang mungkin lebih baik dan lebih pantas.
Aku menatapnya tajam, apa-apaan dia berbicara seperti itu. Kuhela nafas kasar.
"Prilly, kamu fikir saya menikahi kamu itu main-main. Kamu tahu, aku di ruangan itu bertiga dengan udin. Kita shalat bersama, dan setelah selesai aku menyuruh udin keluar untuk menjemput kamu.
"Iya, aku tahu. Hanya saja aku fikir jika kamu hanya mengimami sholat orang tua kamu dan istri kamu kelak. Ternyata aku salah..
Kulepas peci yang melekat dikepalaku. Kuacak rambutku frustasi. Beginilah wanita, selalu melihat dan menghakimi apa yang belum tentu benar.
"Astagfirullohaladzim prilly, kamu cemburu. Prilly asal kamu tahu yang mengimami bukan aku, tapi udin. Kamu fikir semobil dengan wanita lain saja aku gak mau, gimana bisa aku mengimami yang bukan muhrimku.
Dia menatapku tajam, sepertinya aku membuatnya semakin kecewa.
"Wajar jika aku cemburu. Karena aku calon istri kamu.
"Cemburu lah karena amal shaleh orang lain. Jangan cemburu hanya karena hal yang belum tentu benar. Ucapku lembut.
Dia menunduk dan mengela nafas. Lalu mendongak menatapku.
"Istri nabi muhammad pun boleh cemburu karena sikap beliau yang senantiasa berbuat baik kepada semua. Apakah aku juga gak boleh cemburu, sedangkan yang aku lihat calon suamiku duduk berdua begitu dekat dengan sekretarisnya.
Matanya mulai berkaca-kaca. Apa aku telah membuatnya menangis.
"Prilly, aku sungguh minta maaf. Aku benar-benar gak bermaksut seperti itu.
"Aku tahu mas ali. Dan sepertinya dia lebih pantas dibandingkan denganku. Wanita sholehah pekerjaannya juga baik. Berbanding terbalik denganku.
"Cukup prilly. Allah tidak suka kepada hambanya yang mendzalimi dirinya sendiri. Setiap orang mempunyai kelebihan masing-masing. Syukuri apa yang ada, jangan jadikan cinta duniamu menjadi kekhilafanmu terhadap allah. Aku memilihmu dan akan tetap memilih kamu. Sebaiknya kamu berdoa supaya rencana kita berjalan dengan lancar dan selalu dalam lindungan Allah.
Prilly terdiam, kulihat sebulir tetesan bening jatuh di pipinya. Ya allah maafkan aku yang telah membuatnya menangis. Aku sama sekali tak pernah bermaksut menyakitinya.
"Maafkan aku mas ali. Astagfirullohaladzim, ya allah.
"Aku minta apapun yang kamu dengar selagi itu bukan dari mulutku sendiri. Jangan pernah percaya apapun. Dan aku fikir pernikahan kita sebaiknya dipercepat. Aku gak mau kamu berfikiran jika aku telah ragu menikah denganmu. Jelasku padanya.
Ya aku telah memutuskan untuk segera menikahinya. Aku gak mau prilly berfikiran seperti ini lagi. Kulihat semburat merah dipipinya.
"insya allah, aku akan menerima apapun keputusan mas ali. Sebaiknya kita pulang sekarang, karena ini sudah panas. Aku gak mau jadi tontonan gratis disini.
Aku terkekeh geli. Prilly telah kembali, dia telah kembali seperti yang kemarin. Terima kasih ya allah, semoga janjiku hari ini bisa terwujud.
????????
Next....
Jangan lupa vote yaaa.....