"Ouh, sudah bangun, Nyonya Indira?" tanya Panji sarkas saat mendapati Indira tengah duduk di ranjangnya. Indira yang semula melamun pun langsung memusatkan pandangannya pada sang suami. Dia mendengus kesal saat tahu Panji menyindirnya. Entah terbuat dari apa hati Panji, tetapi dia tak tampak prihatin sama sekali akan keadaannya. Sepertinya ini adalah hukuman untuk Indira karena dulu pernah mengabaikan Ettan. Indira memilih tak menjawab karena jika dijawab, hanya akan ada keributan. Dia sedang tidak ingin bertengkar dengan Panji. Apalagi setelah dia menyadari jika hubungan Panji dan Ettan tak berjalan seperti ayah dan anak pada umumnya. Mereka lebih terlihat seperti musuh bebuyutan berbeda usia. "Kenapa tak menjawab? Aku menyapamu, istriku. Tahukah kamu betapa khawatirnya aku? Jika kau

