Senja yang Pulang.

1008 Kata

Ayu PoV. Mataku panas, dadaku terbakar. Pemandangan terpilu yang kulihat saat ini benar-benar menaikan darah ke atas ubun-ubun kepala wanita dengan raut wajah menegang ini. Pada awalnya aku masih memendar harap.Kuharap yang kulihat hanya efek optik yang terkena jarak. Langkah kaki mendekati bayiku yang tertidur pulas. Setelah tubuh ini semakin dekat semakin aku yakin bahwa apa yang kulihat pada awalnya kukira ilusi ternyata nyata. Aku belum berteriak, belum berurai anak sungai, belum menggelap. Memilih mengedarkan pandangan kepada orang-orang di sekitarku. Roy, dia teduduk lemas di sofa sana. Mas Adi, dia terisak dengan menumpukan tubuhnya di kedua lututnya. Dan Mama Rita, wanita itu mendekatiku seraya mengelus lembut kulit punggung ini. Kedua iris mata Ibu Umar mendung. Layaknya awa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN