Apartemen

1036 Kata

Roy PoV. “Kamu pulang?” tanya suara berat di sebrang sana. “Pulang?” kutanyakan ulang pertanyakan hal yang sama. Takut-takut dia salah bertanya. Secara, tiba-tiba saja seseorang yang sudah lama tak berkomunikasi menghubungiku. “Iya. Kamu pulang? Kenapa tidak mengabari?” Tubuhku seketika meremang. Tak usah dijelaskan panjang kali lebar. Aku paham maksudnya. “Hallo? Kamu dengar aku?” “Ya. Rif apa yang kamu lihat dari kamarku?” “Jendelamu terbuka. Aku sedang di sebrang gedung. Tak sengaja melihat ke arah kamarmu. Aku kira itu kamu.” “Terimakasih. Rif, aku segera ke sana” “Hei...” ibu jari ini terlanjur menekan tombol merah, sehingga tak bisa mendengar kalimat Arif dengan utuh. Selayaknya burung ababil yang datang berbondong-bondong melempari pasukan gajah dengan kerikil panas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN