Memilih

1468 Kata

Roy PoV. Aku selalu menganggap rela menunggu seseorang itu tidak berarti bodoh. Atas dasar itu aku terus berusaha mendapatkan hati Nisa. Dan lebih bodohnya lagi aku mengulangi hal yang sama pada Ayu. Ayu sempat membuatku melambung tinggi dengan mengajakku terus berjuang bersamanya. Bersama? Hal yang pada akhirnya tak terjadi. Ayu hanya menjadikanku tempat keluh kesahnya. Kasar, kah aku jika mengatakan dia hanya memanfaatkanku. Nyatanya wanita itu dengan mudahnya mengambil keputusan setelah pertemuannya dengan Adi. Harusnya aku tahu dari awal. Jika memang dia menginginkanku dia pasti akan langsung mengambil keputusan bercerai. Sumpah aku ingin mentertawakan diri sendiri, dengan polosnya aku tak pernah menekannya mengambil keputusan dengan tegas. “Roy sudah sampai.” Suara Ratih m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN