Adi PoV Kubuang ego ku kelaut sana. Mengganti sejenak wajah malu ini dengan wajah tidak tahu malu. Kutahu Ayu tak akan memudahkan jalan antara kami. Maka dari itu kukeluarkan kelakar-kelakar jenaka. Ya, walupun pada akhirnya Ibu Umar ini tidak luluh juga. Kalian heran kenapa aku bisa bertindak seperti itu padahal sebelumnya aku adalah laki-laki yang naif? sudah kujelaskan, itu semua karna aku tak ingin terus-menerus menjadi orang yang dungu yang terus diperdaya nafsu prasangka. Namun, kembali marahku hampir kembali meledak saat Ayu menuturkan bahwa Umar tidak masalah jika tidak memiliki ayah di sampingnya. Aku sadar , sebelumnya aku adalah orang yang jahat. Mencangkul harga dirinya hingga ke tulang sumsumnya. Namun, mengatakan Umar akan baik-baik saja tanpa aku membuat panji-panji egok

