11

1132 Kata
Saat keluar ia menemukan Leon yang berbaring terlentang di atas ranjang masih tanpa pakaian dan memejamkan mata dan ia tahu jika Leon tidak tidur saat ini karena terlihat dari bukti gairahnya yang masih berdiri tegak. Tubuh Sara merasakan panas dingin karena belum mendapatkan pelepasannya. Walau tahu Leon sengaja membuatnya b*******h dan meninggalkannya, ia tetap tidak bisa meredakan gairahnya yang sudah terlanjur timbul dan ia sangat menginginkan pelepasannya saat ini. Dengan perlahan Sara mendekat dan naik ke atas tubuh suaminya dan kemudian memasukkan milik Leon di dalam kehangatannya. Saat Leon sudah sepenuhnya masuk ke dalam tubuhnya ia mendesah nikmat. Saat ia menurunkan tatapannya dia menemukan Leon sedang menatapnya tapi ia tidak peduli. Dengan bertumpu di d**a Leon, ia mulai bergerak naik turun di atas tubuh Leon. "Aku akan membalasmu, Mr. Darrell," ucap Sara disela-sela desahannya dan masih terus bergerak. Leon tersenyum mendengar kata-kata Sara. Dia sungguh gembira karena ternyata dia berhasil membuat Sara menginginkannya. Dia kemudian memegang pinggang Sara dan membantunya naik turun. Sara kemudian tertelungkup di atas tubuh Leon saat merasakan kenikmatan datang menghampirinya dan dirinya hanya bisa terus mendesah saat Leon terus bergerak di bawahnya keluar masuk tubuhnya. Saat badai kenikmatan sudah meninggalkannya Sara hanya bisa terdiam pasrah. Dia mengangkat kepalanya dan menatap Leon saat laki-laki itu sudah berhenti bergerak padahal belum mendapatkan pelepasannya. Ia melihat senyum di sana dan merasa bingung. "Leon!" jerit Sara saat tiba-tiba Leon bangun masih dengan dirinya yang berada di dalam diri Sara. Dan saat ini mereka berpindah posisi dengan Sara yang berbaring di ranjang dan Leon yang masih berada di antara kedua paha Sara. "Sekarang giliranku, Mrs. Darrell," ujar Leon tersenyum dan mulai bergerak dengan perlahan. Leon bergerak sambil menahan pinggang Sara dengan kedua tangannya hingga dia bisa masuk ke dalam tubuh Sara sedalam mungkin. "Aku akan menikmati dirimu sepuasnya hari ini, Mrs. Darrell," ucap Leon. "Dan kamu hanya milikku. Aku sangat suka merasakan cengkremanmu padaku. Yah... cengkram aku dengan erat, Sara," desah Leon lagi masih terus bergerak dengan perlahan. Dia kemudian menatap kedua mata Sara saat terus bergerak perlahan di dalam dirinya. Dia bisa melihat kedua mata Sara yang sayu pertanda wanita itu kembali b*******h. "Ahh..." desah Sara b*******h. "Panggil namaku Sara. Aku sangat suka mendengarnya saat kamu yang menyebutkannya," pinta Leon dengan suara serak. "Leonnn..." ucap Sara pelan dan juga menatap mata Leon intens. Kemudian Leon menurunkan kepalanya dan memagut bibir Sara yang terlihat begitu menggiurkan. Perlahan Leon mengigitnya dan memagutnya. Dia menyentuh bibir Sara hingga terbuka untuknya dan dirinya terus bergerak sambil menjelajahi bibir sensual Sara. Leon bergerak menyusuri pinggiran bibir Sara menuruni rahangnya dan turun menyusuri leher jenjang Sara. Dia menghisap leher Sara untuk menandai jika Sara adalah miliknya. "Leon..." jerit Sara tertahan saat merasakan laki-laki itu menghisap lehernya. Dia kemudian mengangkat tubuh Sara dan turun menelusuri p******a Sara dan menghisapnya dengan perlahan dan bermain sebentar di sana. Dirinya berhenti bergerak dan fokus menikmati p******a Sara. "Leon, aku mohon," pinta Sara agar Leon bergerak kembali. "Katakan apa yang kamu inginkan, Mrs. Darrell." "Aku menginginkanmu, please," racau Sara tidak tahan lagi. "Bergeraklah dengan cepat memasuki diriku," pinta Sara lagi. "Dengan senang hati," ucap Leon dan mulai bergerak kembali kali ini lebih cepat. Leon terus bergerak lebih cepat saat melihat Sara yang mulai bergerak-gerak gelisah karena hampir meraih kenikmatannya. Beberapa saat kemudian jeritan nama Leon terlontar dari bibir Sara saat badai kenikmatan kembali menghampirinya dan Leon kemudian segera menyusulnya. Dia kemudian membaringkan tubuhnya di samping Sara yang berbaring diam tidak bergerak. Dia menarik Sara ke dalam pelukannya dan memeluknya erat. Dia tidak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya. Perasaan begitu bahagia melihat wanita yang bercinta dengannya lemas tak berdaya karena kenikmatan yang diberikannya. Leon mengecup bibir Sara pelan dan membiarkannya beristirahat. Dirinya juga tertidur di samping Sara. Sara terbangun dan menemukan Leon masih memeluknya. Seketika ia ingat apa yang sudah terjadi dan ia mencoba melepaskan pelukan Leon pada dirinya dengan perlahan. Ia kemudian bangun dari ranjang dan mengambil kemeja Leon. "Kamu mau ke mana, Sara?" Seketika Sara membeku dan terdiam saat ternyata Leon sudah bangun. "Aku...aku...mau ke rumahku mengambil pakaian." "Kamu tidak akan membutuhkannya hari ini," ujar Leon. "Tapi...aku ingin mengambilnya sekarang," timpal Sara gugup. Dia ingin menjauh sejenak dari Leon dan membiasakan dirinya jika dia sudah menikah. Tubuh Sara terdiam saat Leon sudah berdiri di belakangnya dan menariknya ke dalam pelukannya. Kemudian Leon mengecup perlahan bahu Sara dan naik menelusuri lehernya dan menghisapnya pelan. Tubuh Sara kembali bereaksi dengan perlakuan Leon padanya. "Aku tidak akan membiarkanmu melarikan diri saat ini," ucap Leon dan membalikkan tubuh Sara menghadapnya dan memagut bibirnya. Leon tahu jika Sara kembali merasa panik dan ingin melarikan diri darinya. "Aku menginginkanmu lagi," desah Leon kemudian menggendong Sara dan membawanya kembali ke atas ranjang. Dia kembali mencumbu tubuh Sara dan saat mengetahui Sara sudah basah dan menginginkannya, Leon kembali menyatukan tubuh mereka dan kembali mengejar kenikmatan mereka lagi. Sara kembali rileks di dalam pelukan Leon saat dirinya kembali mendapatkan o*****e. Malam itu Leon terus bercinta dengan Sara dan tidak membiarkan Sara menjauh darinya dan dirinya senang karena akhirnya Sara tertidur pulas di dalam pelukannya hingga keesokan harinya. *** Perlahan Sara membuka kedua matanya dan menemukan Leon sedang menatapnya. "Pagi, Mrs. Darrell. Aku hampir ingin langsung memasukimu sekarang juga karena menunggumu bangun begitu lama." Tanpa bisa Sara cegah dirinya tersenyum dan gairah kembali menyerbunya. Sepertinya dia juga sudah kecanduan akan Leon. "Kalau begitu kamu tunggu apalagi, Mr. Darrell," goda Sara serak. Dengan cepat Leon bangun dan langsung memasuki kehangatan Sara yang ternyata sudah basah karena menginginkannya. Leon tersenyum senang dan mulai bergerak memasuki tubuh Sara. "Aku tidak pernah puas merasakan dirimu," ujar Leon masih terus bergerak dan setelah beberapa lama mereka mencapai kenikmatan bersama dan Leon senang karena Sara tidak bergerak menjauhinya lagi. Setelah itu mereka kemudian mandi bersama dan kembali bercinta di sana. Saat sudah selesai Leon berpakaian. "Hari ini sidang pertama gugatan cerai Shirley akan digelar. Apakah kamu mau datang?" Seketika tubuh Sara membeku. Dirinya selama ini hanya menolong sampai para wanita itu sudah bersama pengacara yang bisa membantu mereka. Tapi dia tidak pernah mendampingi mereka karena dia memiliki fobia akan pengadilan. "Tidak, maaf. Aku harus mengambil pakaianku," ucap Sara pelan. Leon menghampiri Sara yang memakai kemejanya dan memeluknya dari belakang. "Apa kamu baik-baik saja?" "Ya. Sampaikan maafku pada Shirley. Aku akan bertemu dengannya nanti jika kamu mengizinkan." "Tentu, tapi kamu nanti harus datang ke pengadilan untuk menjadi saksi." Sara ketakutan karena harus hadir di pengadilan nanti. "Apa aku harus hadir? Tidak bisakah aku tidak perlu menjadi saksi?" "Maaf Sara hal itu wajib karena kamu yang membantu Shirley." "Baiklah," ujar Sara pasrah. "Maafkan aku tidak bisa menemanimu mengambil pakaian," ucap Leon menyesal. "Tidak apa-apa, aku mengerti." Leon kemudian mengecup kepala Sara dan berangkat untuk menuju pengadilan. *** Jangan lupa klik love & komentnya jika suka dan kalian juga akan mendapatkan notifikasi saat saya update new part. Thx ^^  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN